BANJAR, REPORTASE9.ID – Proyek revitalisasi penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Ahmad Yani Martapura terus dikerjakan dan kini telah mencapai sekitar 80 persen progres fisiknya. Proyek ini ditargetkan selesai pada Desember 2025 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKPLH Banjar, Ali Ilyas saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (18/11/2025).

Ia menjelaskan, revitalisasi PJU ini dilakukan mulai dari perbatasan Banjarbaru hingga kawasan Masjid Al-Karamah Martapura. Seluruh jaringan PJU lama diganti dengan spesifikasi yang lebih modern.
“Tiang yang sebelumnya tinggi sekitar 9 meter dan terbuat dari besi cor kini diganti dengan tiang hot dip galvanis setinggi 11 meter. Tiang baru ini lebih kuat dan lebih tahan lama,” jelasnya.
Untuk jenis lampu pada proyek ini menggunakan lampu LED berkapasitas 90-100 watt. Namun, Ali menekankan, bahwa watt bukanlah faktor utama dalam menentukan tingkat penerangan.
“Yang menentukan tingkat terang itu sebenarnya lumen. Lampu baru ini punya lumen sekitar 16 ribu lebih, jadi meski watt-nya kecil, cahayanya jauh lebih optimal,” ungkapnya.
Terkait jumlah titik, Ia menyebut terdapat sekitar 90-an unit PJU jenis double arm dan juga beberapa unit single arm yang dipasang pada titik tertentu seperti di dekat Jembatan Sungai Paring.
Saat ini, fokus pengerjaan beralih ke instalasi kabel, yang sebagian besar ditanam di bawah tanah. Kabel yang digunakan adalah standar NYLF JBY, yang umum dipakai untuk jaringan kabel bawah tanah.
“Pemasangan tiang sudah selesai 100 persen, dan saat ini tinggal penyelesaian instalasi kabel. Insya Allah, proyek ini akan rampung pada 3 Desember mendatang sesuai dengan kontrak yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sistem PJU yang baru tetap menggunakan listrik konvensional berbasis timer. Menurutnya, teknologi solar cell kurang optimal dan membutuhkan perawatan intensif.
“Solar pernah kita pasang di jalur Km 10–6, tapi baterainya biasanya hanya bertahan 2–3 tahun. Panelnya pun tidak tahan lama jika kurang perawatan. Jadi ke depan lebih baik kembali ke sistem konvensional,” paparnya.
Mengenai tiang PJU lama yang masih berdiri di beberapa titik, Ali menjelaskan bahwa tiang tersebut akan dilepas setelah PJU baru dipastikan berfungsi dengan baik dan stabil.
“Kami pastikan dulu PJU baru menyala dengan stabil, baru tiang lama kami lepas agar penerangan tidak pernah padam. Mengingat Jalan Ahmad Yani adalah jalur utama, kami tidak ingin ada gangguan,” tambahnya.
Revitalisasi PJU ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran berbagai kegiatan besar di Kabupaten Banjar, termasuk pelaksanaan haul. Ali berharap, tahap berikutnya dapat dilanjutkan hingga wilayah Gambut–Kertak Hanyar, tergantung pada anggaran yang tersedia pada tahun 2026 mendatang.
Anggaran untuk proyek revitalisasi PJU ini diperkirakan mencapai lebih dari 3 miliar rupiah. Sementara itu, lampu-lampu lama yang masih layak pakai akan dimanfaatkan kembali untuk penerangan jalan lingkungan.
“Lampu dengan kapasitas 90-100 watt terlalu besar jika dipasang di gang-gang sempit. Lampu-lampu tersebut bisa dipindahkan ke jalan kelas dua atau ruas jalan yang sudah memiliki jaringan listrik,” pungkasnya.















Comments