Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mulai mempersiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan diprediksi meningkat pada akhir Desember hingga Januari sehingga diperlukan kesiapsiagaan lebih awal.
Plt Kalak BPBD Banjar, Agus Siswanto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini menjelang puncak musim hujan, baik dari sisi logistik, personel, maupun sarana pendukung lainnya.

“Kami mulai memaksimalkan sisa logistik di akhir tahun anggaran. Mudah-mudahan persediaan ini mencukupi untuk kebutuhan darurat nanti,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (18/11/2025) kemarin.
Ia juga menjelaskan, BPBD memastikan kesiapan berbagai armada darat dan air, termasuk kendaraan operasional, mobil pickup logistik, mobil serbaguna, perahu karet, mesin pompa air, pelampung keselamatan, hingga alat komunikasi darurat serta peralatan evakuasi lainnya turut disiagakan.
Memasuki Desember, BPBD Banjar nantinya juga akan mengaktifkan posko terpadu yang melibatkan lintas sektor seperti TNI, Polri, DPKP, Basarnas, serta relawan dari berbagai organisasi kebencanaan di Kabupaten Banjar.
“Posko ini nantinya menjadi pusat koordinasi dan respon cepat bila terjadi kondisi darurat,” tambahnya.
Dari sisi SDM, BPBD Banjar telah menyiapkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang akan dikerahkan untuk evakuasi, penyaluran logistik, serta penanganan kedaruratan lainnya yang siap bergerak kapan saja jika bencana terjadi.
Terkait wilayah rawan, ia menyebutkan, bahwa daerah hulu seperti Sungai Pinang dan Pengaron kerap mengalami banjir cepat, namun air biasanya surut dalam satu hingga dua hari karena karakter wilayah pegunungan.
Sementara itu, wilayah hilir justru berpotensi terdampak lebih lama. “Banjir kiriman dari atas biasanya mengalir ke Simpang Empat Matraman, Astambul, Martapura Barat, Martapura Timur, hingga Sungai Tabuk. Untuk daerah muara seperti Sungai Tabuk, air bisa bertahan lebih lama karena tertahan air pasang laut,” jelasnya.
Meski demikian, Ia juga memastikan kondisi air saat ini masih relatif aman.
“Alhamdulillah, sejauh ini intensitas hujan masih rendah sehingga kondisi air masih aman. Namun kami tetap meningkatkan kesiapsiagaan,” pungkasnya.










Comments