Daerah

Disdikbud Kalsel Libatkan 39 Guru Seni Perkuat Pelestarian Budaya

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Ruang Ekspresi Budaya Bersama Guru Seni Tahun 2026 di SMAN 7 Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (13/2/2026) ini diikuti sebanyak 39 guru seni dari jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Kalsel dengan acara pembukaan yang dimeriahkan penampilan tari dari Sanggar Gandewa Student Art Murakata.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi dan dihadiri sejumlah undangan, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kabupaten HST Yazid Fahmi, Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudparekraf Kabupaten HST Muayyad, Kepala SMAN 7 Barabai Sri Kurnia Dewi, Alvioneda Rennar Putri dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalsel, Suwarjiyo dari Universitas PGRI Kalimantan, serta Lupi Anderiani dari Sanggar Ading Bastari Barikin.

Dalam rilis pada Sabtu (14/2/2026), Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra melalui Kepala Seksi Kesenian, Sunjaya Adhiarso, menegaskan pentingnya peran strategis guru seni dalam pelestarian budaya daerah.

Menurutnya, guru seni tidak hanya bertugas mengajar di ruang kelas, tetapi juga berperan sebagai penjaga nilai, pewaris tradisi, sekaligus penggerak kreativitas budaya di tengah masyarakat.

“Guru seni tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai penjaga nilai, pewaris tradisi, sekaligus penggerak kreativitas budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sunjaya menambahkan, melalui peran guru seni, warisan budaya lokal dapat terus dijaga relevansinya bagi generasi mendatang, dimana Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen memberikan ruang apresiasi sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga pendidik seni agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Kegiatan Ruang Ekspresi Budaya dirancang sebagai wadah kolaborasi antarguru untuk bertukar gagasan, mempraktikkan inovasi pembelajaran seni, serta memperkuat jejaring lintas wilayah.

“Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu melahirkan ide-ide kreatif dan inklusif, terutama dalam memberikan layanan pendidikan seni bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” tambahnya.

Sunjaya pun berpesan agar kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menjadi ruang belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama bagi para guru seni di Kalimantan Selatan.

“Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kalsel berharap penguatan pendidikan seni dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian kebudayaan daerah secara berkelanjutan,” tukasnya. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah