Kabupaten Banjar

Menteri Lingkungan Hidup Pimpin Apel dan Korve, Dorong Banjar Raih Adipura 2026

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq Pimpin langsung apel dan kegiatan korve (kerja bakti) di kawasan Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) yang dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih menuju Pasar Batuah sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan sampah di Kabupaten Banjar, Senin (20/04/2026).

Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menuntaskan persoalan sampah, sekaligus mendorong Kabupaten Banjar meraih kembali penghargaan Adipura pada 2026.

Dalam arahannya, Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, persoalan sampah merupakan isu mendasar yang harus segera diselesaikan untuk mewujudkan Indonesia maju. Ia menyampaikan, arahan ini juga sejalan dengan instruksi Presiden kepada seluruh kepala daerah agar menjadikan pengelolaan sampah sebagai prioritas utama.

“Permasalahan sampah menjadi perhatian serius. Jika kita ingin menuju Indonesia maju dan Indonesia Emas, maka persoalan dasar seperti sampah harus kita selesaikan lebih awal,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Ia memaparkan, timbulan sampah di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 365 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 265 ton telah terkelola dengan baik dan dibuang ke TPA Cahaya Kencana dengan sistem pengelolaan yang lebih terkontrol. Namun, masih tersisa sekitar 27 persen yang perlu ditangani lebih serius.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mengakhiri praktik open dumping sejak awal 2025. Menurutnya, langkah tersebut menjadi tonggak penting menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Lebih lanjut, ia juga menekankan, pentingnya tahapan lanjutan, yakni pengurangan sampah organik yang masuk ke TPA. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan harus diselesaikan di sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan di tingkat rumah tangga maupun komunitas.

“Ke depan, TPA hanya diperuntukkan bagi residu atau sampah anorganik. Dengan begitu, beban lingkungan dapat berkurang secara signifikan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penerapan sistem controlled landfill, yakni penutupan timbunan sampah secara berkala menggunakan tanah, sebagai pengganti praktik open dumping.

Sementara itu, Bupati Banjar, H Saidi Mansyur menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mewujudkan Kabupaten Banjar yang bersih dan kembali meraih Adipura.

Menurutnya, berbagai langkah telah disiapkan, mulai dari penguatan anggaran, penyediaan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Adipura bukan hal baru bagi Kabupaten Banjar. Ini pernah kita raih, dan sekarang kita berkomitmen untuk melanjutkannya kembali dengan perbaikan di berbagai sektor,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, terutama melalui program pemilahan sampah dari rumah. Pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi hingga tingkat kecamatan dan desa, serta memberdayakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

“Kami melihat ada dampak positif, karena pengelolaan sampah ini juga memiliki nilai ekonomis. Ini mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah dari hulu,” tambahnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Kabupaten Banjar diharapkan mampu meningkatkan capaian pengelolaan sampah, menuntaskan sisa 27 persen yang belum tertangani, serta memenuhi seluruh indikator teknis untuk meraih Adipura pada 2026.

Kegiatan apel dan korve ini juga diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, pelajar, serta berbagai instansi, sebagai bentuk nyata gerakan bersama menuju lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like