BANJAR, REPORTASE9.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar berupaya meningkatkan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dengan menggelar promosi penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal melalui edukasi dan sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan konsep “Goes to School” di SMP Negeri 6 Martapura pada Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini merupakan kerja sama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar.
Dalam rilis pada Rabu (6/5/2026), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani menyampaikan apresiasi atas penunjukan Kabupaten Banjar sebagai lokasi pelaksanaan program edukasi B2SA dengan pendekatan sekolah.
Menurutnya, kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait pola konsumsi pangan yang sehat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam penerapan pola konsumsi B2SA di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Sipliansyah menambahkan, program Goes to School menjadi strategi pendekatan langsung kepada pelajar sebagai generasi penerus dalam menanamkan pemahaman pentingnya pola konsumsi pangan sehat sejak dini.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Radian, menegaskan pentingnya edukasi B2SA melalui pendekatan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Kepala SMP Negeri 6 Martapura, Muhammad Toha, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan edukatif tersebut di lingkungan sekolahnya.
Edukasi juga disampaikan oleh narasumber ahli gizi, Deddy Hatta Permana, yang menjelaskan pentingnya konsumsi pangan B2SA serta mendorong pemanfaatan pangan lokal dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Sudarto menyebutkan kegiatan ini diikuti 250 siswa SMP Negeri 6 Martapura dan antusiasme siswa terlihat pada sesi interaktif dan tanya jawab yang berlangsung aktif.
“Pendekatan Goes to School terbukti mampu menarik minat pelajar dalam memahami isu pangan dan gizi secara lebih menyenangkan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pola konsumsi pangan B2SA dapat tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda, guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Sumber : Media Center Banjar)















Comments