BANJAR, REPORTASE9.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar kembali memperkuat sektor pertanian dengan menyerahkan puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di 27 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Penyerahan bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjar Tahun 2026 itu dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Kamis (23/07/2026).
Sebelum penyerahan bantuan, kegiatan diawali dengan prosesi Tapung Tawar sebagai bentuk doa agar seluruh alsintan yang disalurkan dapat memberikan manfaat, membawa keberkahan, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani.
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi mengatakan, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian sekaligus identitas Kabupaten Banjar. Namun, menurutnya, sektor tersebut kini menghadapi tantangan berupa semakin berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
“Kalau persoalan kekurangan SDM pertanian ini tidak kita antisipasi sejak dini, maka keberlanjutan pangan kita akan terancam. Karena itu, kita terus mendorong transformasi dari cara tradisional menuju pertanian modern melalui mekanisasi,” ujarnya.
Ia menilai, penggunaan teknologi pertanian menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, sekaligus menarik minat petani muda agar kembali mengelola lahan pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Banjar menyerahkan sebanyak 42 unit alsintan yang terdiri dari 15 unit traktor roda dua, 10 unit cultivator, dan 17 unit perontok padi (power thresher) kepada kelompok tani penerima bantuan.
Ia berharap, bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Alat-alat ini jangan disimpan. Harus digunakan dan dirawat dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani. Mudah-mudahan produksi pertanian meningkat dan pendapatan petani di Kabupaten Banjar semakin melimpah,” harapnya.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut tidak dipindahtangankan ataupun diperjualbelikan karena merupakan aset kelompok tani. Selain itu, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diminta terus mendampingi kelompok tani, mulai dari pengoperasian hingga pemanfaatan alsintan agar berdampak pada peningkatan luas tanam dan hasil produksi.
Sementara itu, salah seorang petani penerima bantuan, Halil mengaku, bersyukur kelompok taninya memperoleh bantuan traktor roda dua yang akan digunakan untuk pengolahan lahan.
Menurutnya, selama ini proses pembukaan lahan masih mengandalkan tenaga kerja dengan biaya yang cukup besar.
“Alhamdulillah dapat bantuan. Jelas biaya produksi akan berkurang karena sebelumnya kami masih mengupah orang untuk mengolah lahan. Dengan adanya alat ini bebannya menjadi lebih ringan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hasil panen pada musim tanam pertama tahun ini mencapai sekitar 5,5 ton per hektare untuk varietas padi Siam.
Ia optimistis keberadaan bantuan alsintan tersebut akan membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat pekerjaan di lapangan.
“Harapannya pertanian semakin maju dan produktivitas terus meningkat,” pungkasnya.











Comments