KALSEL,REPORTASE9.ID – Sebanyak 934 peserta Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) KDKMP/KNMP 2026 resmi menyelesaikan pendidikan dan pelatihan yang ditandai dengan Upacara Penutupan di Lapangan Rindam XXII/Tambun Bungai, Jumat (31/7/2026).
Komandan Rindam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI AD Ali Akhwan, menyampaikan seluruh peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama satu setengah bulan.
Menurutnya, program SPPI KDKMP/KNMP bertujuan mendukung program pemerintah dalam memperkuat perekonomian demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan diklat ini berjalan dengan sangat lancar dan sukses. Selama pelatihan, para peserta yang dipersiapkan menjadi Petugas Penyuluh Koperasi telah diberikan pembekalan intensif, mulai dari manajemen tata kelola koperasi modern, digitalisasi keuangan koperasi, hingga strategi pendampingan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Ali Akhwan.
Ia menambahkan, para lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak agar Koperasi Merah Putih benar-benar tumbuh sebagai pusat perekonomian yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.
“Target kami, para lulusan ini siap menjadi motor penggerak agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan profesional,” tambahnya.

Usai penutupan, para peserta akan langsung diterjunkan ke lapangan untuk mendampingi koperasi di desa dan kelurahan. Mereka akan bertugas memetakan potensi lokal, mengoptimalkan unit-unit usaha koperasi, serta memastikan tata kelola administrasi dan keuangan berjalan secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna mengukur perkembangan kinerja koperasi yang didampingi para lulusan SPPI KDKMP/KNMP.
“Kami juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mengukur sejauh mana peningkatan kinerja koperasi,” katanya.
Ali Akhwan berharap keberadaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih tidak hanya menjadi simbol semata, tetapi benar-benar hadir sebagai sokoguru perekonomian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Melalui kehadiran para peserta SPPI KDKMP yang kompeten ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat gotong royong, memperkuat akses permodalan bagi UMKM lokal, menekan praktik rentenir, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi keluarga di setiap desa dan kelurahan di Indonesia,” tutupnya.











Comments