Daerah

Dapatkan Apresiasi Menko Polkam, BPBD Kalsel Perkuat Posko Lapangan Penanganan Karhutla

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Ronny Eka Saputra mengatakan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI berikan apresiasi terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat meninjau lokasi kebakaran di Banjarbaru pada Sabtu (1/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ronny menyebutkan Menko Polkam meninjau lokasi kejadian, kondisi di lapangan, serta fasilitas pendukung penanganan karhutla. Arahan utama yang disampaikan adalah agar keselamatan personel selalu menjadi prioritas dan setiap titik api segera ditangani sebelum meluas.

“Beliau berpesan agar keselamatan personel diutamakan. Apabila mulai muncul titik api, jangan sampai membesar dan jangan sampai dibiarkan sehingga tidak dapat ditangani dengan baik,” ujarnya dalam rilis pada Minggu (2/8/2026).

Ronny menjelaskan, hingga saat ini kejadian karhutla di Kalsel masih didominasi wilayah selatan. Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kalsel telah mendirikan lima posko lapangan, termasuk Pos Pantau Pengayuan yang berada di kawasan ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Sampai hari ini sudah sekitar 500 kejadian karhutla dan seluruhnya berhasil ditangani. Pos lapangan kami tempatkan di kawasan ini karena menjelang siang suhu permukaan meningkat sehingga berpotensi memicu kebakaran,” katanya.

Ronny menambahkan pola karhutla tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya wilayah utara lebih dominan, kini kawasan selatan seperti Pengayuan, Bati-Bati, Kurau, dan sekitarnya menjadi daerah yang lebih dahulu terdampak sehingga menjadi fokus pengawasan BPBD Kalsel.

Ia juga memastikan pemerintah pusat terus memberikan dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik berupa armada udara maupun bantuan logistik.

Ronny mengatakan tantangan terbesar dalam pemadaman karhutla masih berupa sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. Karena itu, dukungan helikopter water bombing dari BNPB sangat membantu menjangkau area yang tidak dapat dilalui jalur darat.

“Saat ini tersisa dua helikopter water bombing di Kalimantan Selatan karena sebagian armada digeser membantu Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Namun apabila dibutuhkan, BNPB siap menambah kembali helikopter ke Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Selain helikopter, pemerintah pusat juga menyiagakan satu helikopter patroli, satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan patroli udara, serta memberikan bantuan logistik berupa mesin pompa, selang, dan peralatan pendukung lainnya.

Terkait OMC, Ronny menjelaskan kegiatan tersebut sementara dihentikan setelah pelaksanaan pada 15–21 Juli 2026 berdasarkan rekomendasi BMKG karena potensi awan yang dapat disemai mulai berkurang. Meski demikian, OMC dapat kembali dilaksanakan apabila kondisi cuaca memungkinkan.

“Apabila kondisi awan memadai untuk disemai, tentu OMC akan kembali dilaksanakan. Semua bergantung pada situasi di lapangan,” katanya.

Ronny menambahkan, status penanganan karhutla di Kalsel masih berada pada status siaga darurat. Hingga saat ini sedikitnya enam daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla, yakni Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

Sementara itu, operasional Satgas Udara bersifat fleksibel dan akan bergerak ke lokasi yang membutuhkan berdasarkan laporan patroli udara maupun patroli darat. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah