KebakaranKota BanjarbaruTNI - POLRI

Kapolres Banjarbaru Ikut Semprot Lahan Gambut yang Masih Mengeluarkan Asap

0

BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Sempati Ujung, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, terus dilakukan. Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda kembali turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman dan pembasahan berjalan optimal, Senin (24/8/2026).

Kapolres memastikan kobaran api di kawasan tersebut telah berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih melakukan pembasahan secara intensif untuk mencegah api kembali muncul, terutama karena karakteristik lahan yang didominasi gambut.

Bahkan, Kapolres turut melakukan penyemprotan secara langsung pada sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. Kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi bara api yang masih berada di bawah permukaan tanah.

“Untuk nyala api sudah bisa kita kendalikan. Namun, karena ini lahannya gambut, kita masih melakukan pembasahan agar air bisa meresap sampai ke lapisan paling bawah dan mematikan api yang bergerak di bawah tanah,” ujar Pius.

Ia menjelaskan, sejumlah titik masih terlihat mengeluarkan asap akibat pergerakan api di bawah permukaan. Karena itu, proses pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh dan terus-menerus untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Dalam penanganan karhutla tersebut, Polres Banjarbaru menyiagakan sekitar satu peleton atau 30 personel setiap hari secara bergantian. Para personel difokuskan untuk membantu proses pemadaman, khususnya di wilayah Landasan Ulin.

“Kita juga membangun posko di depan bersama BPBD. Kemudian ada dari Brimob. Pembagian area juga dilakukan agar pemadaman lebih fokus dan efektif,” jelasnya.

Kapolres mengingatkan, potensi karhutla masih perlu diwaspadai mengingat musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September bahkan Oktober mendatang.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam kondisi cuaca yang kering dan rawan memicu kebakaran.

“Kita ketahui bersama, kemarau ini masih diprediksi sampai dua atau tiga bulan ke depan, September hingga Oktober. Jadi kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan adanya aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan karhutla. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Call Center 110 Polres Banjarbaru maupun Polda Kalsel.

“Dengan sinergi TNI, Polri, BPBD, Brimob, para relawan dan BPK, diharapkan kebakaran di Banjarbaru tidak meluas dan asap tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Kebakaran