KebakaranKota Banjarmasin

Karhutla Dekati Rumah Warga, Dandim 1006/Banjar Turun Langsung Kendalikan Api dan Evakuasi Warga

0

BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Situasi mengkhawatirkan dirasakan warga Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas hingga mendekati permukiman dan mengepung bagian belakang sejumlah rumah, Senin (24/8/2026).

Kondisi tersebut membuat warga mulai bersiap meninggalkan rumah untuk sementara. Langkah evakuasi dilakukan sebagai bentuk antisipasi menyusul kobaran api yang terus bergerak dan semakin mendekati kawasan tempat tinggal warga.

Situasi ini mendapat perhatian langsung oleh Dandim 1006/Banjar Letkol Inf. Bambang Prasetyo Prabujaya. Ia turun ke lokasi untuk memantau kondisi sekaligus membantu penanganan karhutla bersama personel TNI dan tim gabungan.

Tidak sekadar melakukan pemantauan, Dandim juga turut terlibat dalam upaya mengendalikan api dan memastikan warga yang berada di kawasan berisiko mendapat penanganan. Sedikitnya dua rumah warga dilakukan evakuasi karena kobaran api semakin mendekat.

Dandim juga membantu proses pemindahan warga beserta barang-barang penting ke lokasi yang dinilai lebih aman. Langkah tersebut dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, sembari tim gabungan terus berupaya menahan laju api agar tidak merambat ke permukiman.

Di tengah penanganan, Dandim terus berkoordinasi dengan Wali Kota Banjarbaru H. Erna Lisa Halaby. Koordinasi dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan, termasuk memastikan dukungan peralatan, pompa, ketersediaan air hingga kebutuhan evakuasi warga.

Bagi masyarakat yang terdampak, kehadiran petugas di tengah situasi darurat menjadi dukungan penting. Terlebih, karhutla di kawasan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari dan kembali membesar ketika kondisi angin mendukung penyebaran api.

Salah seorang warga, Solihin mengaku, rumahnya sudah dikepung api sejak pagi. Kobaran terlihat berada di bagian belakang rumah sehingga dirinya bersama keluarga memilih bersiap untuk mengungsi.

“Sudah dikepung api itu belakang. Dari pagi tadi, sekitar jam tujuh,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk sementara dirinya bersama keluarga berencana mengungsi ke rumah saudara atau saudara iparnya hingga kondisi kembali aman.

Saat api semakin mendekati rumah, Solihin menyebut, tidak banyak dapat berbuat selain menyelamatkan barang-barang yang dianggap penting, terutama dokumen.

“Sudah nggak bisa diapakan lagi, Pak. Yang penting surat-surat diambil,” tambahnya.

Sementara warga lainnya, Tri mengatakan, karhutla di kawasan tersebut telah berlangsung sekitar tiga hari. Kondisi api disebut tidak menentu, terkadang padam namun kembali menyala dan meluas ketika angin bertiup.

“Sudah tiga hari. Kadang nyala, padam, kemudian nyala lagi. Kalau kena angin, makin menyebar,” ujarnya.

Menurut Tri, warga di sekitar lokasi mulai mempersiapkan diri apabila sewaktu-waktu harus meninggalkan rumah. Sejumlah dokumen dan barang berharga telah dikemas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat apabila situasi semakin memburuk.

“Takut, Pak, karena namanya rumah sambil dijaga. Apinya juga dekat dengan rumah,” ungkapnya.

Dalam penanganannya, tim gabungan menghadapi tantangan berupa kondisi lahan yang memiliki karakteristik gambut. Api tidak hanya membakar bagian permukaan, tetapi juga berpotensi merambat di bawah tanah dan kembali memunculkan titik api meski kobaran di permukaan telah terlihat padam.

Karena itu, proses pemadaman tidak berhenti pada pengendalian kobaran. Petugas juga melakukan pembasahan secara menyeluruh pada area yang berpotensi menyimpan bara untuk mencegah api kembali muncul dan meluas.

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut. Tim gabungan terus berupaya memastikan suplai air dan peralatan pemadaman dapat digunakan secara maksimal, terutama pada titik-titik yang berdekatan dengan permukiman.

Hingga Senin sore, personel gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik. Fokus utama diarahkan pada kawasan yang berdekatan dengan rumah warga guna mencegah api semakin meluas dan mengancam keselamatan masyarakat.

Turunnya Dandim 1006/Banjar ke lokasi menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas unsur sekaligus memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan terarah, dengan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Kebakaran