BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Perbaikan lantai di kawasan Los Basah Pasar Bauntung Banjarbaru yang sebelumnya sempat terhenti kini kembali dilanjutkan. Aktivitas pengerjaan terlihat setelah kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby.
Sebelumnya, sejumlah pedagang mengeluhkan bagian lantai yang telah dibongkar namun tidak segera dilanjutkan. Kondisi tersebut membuat permukaan lantai terbuka, becek dan mengganggu aktivitas jual beli, terutama di area los basah yang setiap hari bersentuhan dengan air.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Banjarbaru mempercepat pekerjaan perbaikan.
Lisa juga meminta proses pengerjaan tidak harus menunggu aktivitas pasar sepi. Area yang sedang diperbaiki dapat dilokalisasi sehingga pekerjaan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli.
“Jangan menunggu aktivitas pasar sepi, tetapi area perbaikannya diatur dan dilokalisir,” ujar Lisa.
Berdasarkan pantauan Reportase9.id di lokasi pada Sabtu (5/9/2026), sejumlah titik lantai yang sebelumnya dibongkar mulai kembali dikerjakan. Informasi dari pedagang menyebut pemasangan keramik kembali dilakukan pada Jumat (4/9/2026) malam.

Salah seorang pedagang, Ali, membenarkan adanya aktivitas pengerjaan tersebut. Menurutnya, bagian lantai yang dibongkar sudah cukup lama dibiarkan sebelum kembali dikerjakan.
“Pengerjaan pemasangan keramik ini kan mangkraknya sudah dua bulan. Sekarang saja baru terlihat ada pengerjaan lagi,” ujarnya.
Meski menyambut baik dilanjutkannya perbaikan, pedagang masih menyoroti kualitas hasil pekerjaan di lapangan.
Dari pantauan di sejumlah titik, terdapat keramik yang baru dipasang namun terlihat retak dan pecah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pedagang karena mereka khawatir kerusakan kembali terjadi apabila permukaan dasar lantai belum benar-benar stabil.
Ali berharap pekerjaan tidak hanya dikejar dari sisi kecepatan, tetapi juga memperhatikan kualitas hasil akhir.
“Harapannya cepat selesai, tapi jangan asal cepat. Kalau sudah diperbaiki, tentu kami ingin hasilnya bagus dan bisa bertahan lama,” katanya.
Ia meminta seluruh bagian lantai yang mengalami kerusakan diperbaiki secara tuntas sehingga pedagang tidak kembali menghadapi persoalan serupa dalam waktu dekat.
Secara fasilitas, Pasar Bauntung memang memiliki kawasan khusus Los Basah yang diperuntukkan bagi pedagang ikan, ayam dan daging. Dokumen perencanaan Pasar Bauntung mencatat terdapat 136 unit Los Basah, dengan masing-masing unit berukuran sekitar 4 meter persegi. Seluruh unit tersebut dirancang untuk menampung aktivitas perdagangan komoditas basah seperti ikan, ayam dan daging.
Area Los Basah juga sejak awal dirancang dilengkapi sistem drainase untuk mendukung aliran air. Dalam dokumen lingkungan pembangunan Pasar Bauntung disebutkan kawasan tersebut memiliki saluran drainase serta terhubung dengan sistem pengelolaan air limbah pasar.
Karena itu, kondisi lantai menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang keamanan, kebersihan dan kenyamanan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Terlebih, aktivitas di Los Basah setiap hari menghasilkan genangan maupun cipratan air. Permukaan lantai yang tidak rata, retak atau belum tertutup sempurna berpotensi membuat area semakin becek dan menyulitkan pedagang maupun pembeli.
Di sisi lain, pekerjaan perbaikan fasilitas pasar yang menggunakan anggaran pemerintah perlu disertai informasi yang transparan mengenai paket pekerjaannya.
Karena itu, informasi mengenai nama paket pekerjaan, pagu anggaran, nilai kontrak, sumber anggaran, metode pengadaan, penyedia pekerjaan serta jangka waktu pelaksanaan penting diketahui publik apabila pekerjaan tersebut memang dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan pemerintah.
Keterbukaan informasi tersebut juga dapat menjadi bagian dari pengawasan masyarakat terhadap kualitas pekerjaan, terlebih perbaikan fasilitas pasar bersentuhan langsung dengan kepentingan pedagang dan masyarakat sebagai pengguna fasilitas publik.
Pedagang kini berharap pengerjaan tidak kembali berhenti di tengah jalan. Mereka meminta perbaikan dilanjutkan hingga seluruh bagian lantai yang rusak selesai, sekaligus memastikan hasil pekerjaan benar-benar kuat dan layak digunakan.
Bagi pedagang, persoalannya bukan sekadar lantai kembali tertutup keramik, tetapi bagaimana perbaikan tersebut mampu memberikan lingkungan pasar yang lebih aman, bersih dan nyaman dalam jangka panjang.

















Comments