DaerahNasional

Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Instruksikan Penanganan Terus Diperkuat Hingga Musim Hujan Tiba

0
Menhut, Raja Juli Antoni saat meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi,(Foto:Rahman/R9)

KALSEL, REPORTASE9.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih perlu diwaspadai dalam beberapa pekan ke depan. Musim hujan yang diperkirakan belum tiba dalam waktu dekat membuat upaya penanganan karhutla perlu terus diperkuat.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Kalsel diperkirakan baru mulai datang sekitar 10 hari memasuki November 2026.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni menyebut, pemerintah masih memiliki waktu sekitar 50 hari untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama melalui pengerahan pasukan di darat.

 
Menhut Raja Juli Antoni saat diwawancarai awak media usai meninjau penanganan karhutla di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, (Foto:Rahman/R9).

“Masih ada sekitar 50 hari lagi Kalsel tanpa hujan secara normal. Oleh karena itu, dalam forum bersama Pak Sekda, para bupati, Pak Pangdam, dan Pak Wakapolda, kita sepakat bahwa 50 hari ke depan harus dimanfaatkan untuk memperkuat pasukan darat,” ujarnya usai meninjau penanganan karhutla di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, Kalsel, Rabu (23/09/2026) siang.

Menurutnya, periode tersebut menjadi waktu penting bagi pemerintah bersama seluruh unsur terkait untuk menekan jumlah titik api maupun hotspot sebelum musim hujan tiba.

Upaya penanganan karhutla saat ini telah melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah hingga masyarakat. Seluruh unsur tersebut terus melakukan pemadaman dan pemantauan di lapangan untuk memastikan api tidak meluas dan berdampak terhadap masyarakat.

“Teman-teman TNI, Polri, Manggala Agni, yang teman-teman bisa lihat dari hari ke hari berjibaku di lapangan untuk memastikan api tidak berdampak pada masyarakat,” ungkapnya.

Selain penguatan personel darat, pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana dan anggaran. Ia menyebutkan, sekitar Rp100 miliar telah diberikan kepada pemerintah daerah untuk Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran tersebut berada di luar dukungan yang telah tersedia di Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD maupun pemerintah daerah.

Dari sisi dukungan udara, enam pesawat dan enam helikopter water bombing telah beroperasi di Kalsel. Pemerintah juga menyiapkan dua pesawat untuk operasi modifikasi cuaca serta pesawat patroli.

Ia juga turut membuka kesempatan bagi unsur TNI, Polri maupun masyarakat peduli api yang ingin mengorganisasi diri untuk ikut membantu pemadaman. Pemerintah akan memberikan dukungan perlengkapan bagi mereka yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Apabila ada TNI, Polri, masyarakat peduli api yang mau mengorganisasi dirinya, yang akan berpartisipasi untuk memadamkan api, maka perlengkapannya nanti akan kita berikan,” jelasnya.

Dengan waktu sekitar 50 hari sambil menunggu musim hujan tiba, pemerintah akan terus memperkuat penanganan di lapangan untuk menekan jumlah titik api dan hotspot di Kalsel.

“Sehingga sekali lagi dalam 50 hari ke depan ini, kita pastikan angka fire spot maupun hotspot-nya akan berkurang,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur untuk tetap bekerja bersama dan bergotong royong selama ancaman karhutla masih berlangsung.

“Semua tetap bekerja, semua harus bahu-membahu dan bergotong royong untuk memastikan api yang masih menyala di Kalsel dapat dipadamkan,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah