BANJAR, REPORTASE9.ID – Kekeringan yang berlangsung cukup panjang di Kabupaten Banjar menjadi perhatian terhadap keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan. Meski demikian, ketersediaan beras saat ini masih dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Oktober tahun 2027.
Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani mengatakan, kondisi ketahanan pangan daerah masih cukup terjaga karena hasil panen tahun 2025 relatif melimpah.
“Untuk tahun ini kita menghadapi kemarau panjang. Kita lihat masyarakat kita yang pertanian itu masih ada yang padinya belum panen. Dari hasil pemantauan di lapangan, kemungkinan ini ada puso untuk tahun ini,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (06/10/2026).
Meski terdapat potensi penurunan hasil akibat kekeringan, ia memastikan secara keseluruhan ketersediaan pangan, khususnya beras, masih mampu bertahan.
“Secara keseluruhan, Insya Allah ketahanan pangan kita ini bisa bertahan sampai 2027, itu di bulan September. Karena hasil panen 2025 kemarin cukup melimpah,” ungkapnya.
Menurutnya, perhitungan tersebut mengacu pada data yang dihimpun dari sektor pertanian dan statistik. Stok gabah yang berasal dari hasil panen sebelumnya menjadi salah satu penyangga kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kemarau panjang.
Untuk produksi tahun 2026, ia menyebutkan, hasil panen mengalami penurunan. Namun, angka pastinya belum dapat disampaikan karena masih menunggu rilis resmi dari Dinas Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Sementara dari sisi ketersediaan beras, kondisi pasokan di pasaran hingga kini masih terjaga. Berdasarkan analisis ketersediaan dan kebutuhan pangan Kabupaten Banjar, beras menjadi komoditas pangan utama dengan ketersediaan sekitar 1.190 hingga 1.350 ton.
Sedangkan kebutuhan riil masyarakat berada pada kisaran 1.050 hingga 1.060 ton per minggu. Kondisi tersebut membuat pasokan masih berada di atas kebutuhan dan memberikan ruang cadangan untuk menghadapi gangguan distribusi.
Surplus ketersediaan beras juga dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga kondisi pasar tetap terkendali. Harga beras saat ini cenderung bertahan pada kisaran Rp14.400 hingga Rp14.700 per kilogram.
Ia juga menjelaskan, DKPP memiliki peran dalam menjaga ketahanan pangan dari sisi hilir, sementara penanganan teknis terhadap lahan pertanian yang terdampak kekeringan menjadi kewenangan Dinas Pertanian.
Dengan kondisi stok yang masih mencukupi dan pasokan beras di pasaran yang relatif stabil, pemerintah daerah masih optimistis ketahanan pangan Kabupaten Banjar tetap terjaga meski menghadapi tekanan kemarau panjang dan penurunan produksi pada 2026.

















Comments