Kota BanjarbaruPendidikanSosial

Peduli Karhutla dan Kemarau Panjang, SMA Negeri 2 Banjarbaru Gelar Salat Hajat dan Istisqa

0
Sholat hajat dan istisqa meminta hujan digelar dihalaman Balai Kota Banjarbaru (Foto : Azmi/R9)

BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi alam Kalimantan yang tengah dilanda kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), SMA Negeri 2 Banjarbaru menggelar salat hajat dan salat istisqa di halaman Balai Kota Banjarbaru, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta yang terdiri atas siswa, guru, serta orang tua murid. Melalui ikhtiar spiritual ini, keluarga besar SMA Negeri 2 Banjarbaru memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga kekeringan dan dampak karhutla dapat segera berakhir.

Koordinator kegiatan, Haryono, mengatakan pelaksanaan salat hajat dan istisqa merupakan wujud keprihatinan sekaligus kepedulian warga sekolah terhadap kondisi lingkungan yang saat ini menghadapi kemarau berkepanjangan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana berdoa memohon turunnya hujan, tetapi juga mencerminkan kepedulian siswa dan tenaga pendidik terhadap situasi alam di Kalimantan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian siswa-siswi dan guru SMA Negeri 2 Banjarbaru terhadap kondisi alam saat ini. Kami berharap kemarau panjang segera berakhir dan hujan kembali turun, khususnya di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya,” ujarnya.

Haryono memperkirakan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 1.500 orang. Rinciannya, sekitar 1.100 siswa, 100 guru, serta 350 hingga 360 orang tua siswa kelas XII.

Kepala SMA 2 Banjarbaru Endang Murniningsih bersama Anggota DPRD Banjarbaru Emi Lasari saat kegiatan sholat hajat dan istisqa di halaman Balai Kota Banjarbaru (Foto : Azmi/R9)

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Banjarbaru, Endang Murniningsih, menjelaskan bahwa pihak sekolah sengaja melibatkan siswa, guru, dan orang tua murid untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.

Ia menyebut, kemarau panjang yang disertai karhutla menjadi keprihatinan bersama sehingga diperlukan ikhtiar, baik melalui upaya penanganan di lapangan maupun doa.

“Melalui salat hajat dan istisqa bersama ini, kami berdoa kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan di bumi Kalimantan, sehingga kondisi kekeringan yang terjadi saat ini dapat mereda,” tuturnya.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, mengapresiasi inisiatif SMA Negeri 2 Banjarbaru dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, salat hajat dan istisqa merupakan ikhtiar spiritual sekaligus sarana pendidikan karakter bagi para siswa.

Ia menilai, keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, terlebih ketika Kalimantan menghadapi kekeringan dan karhutla.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan memahami bahwa kondisi alam kita sedang tidak baik-baik saja. Kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar mereka turut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan alam,” ungkapnya.

Emi juga berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi satuan pendidikan lainnya untuk mengajak peserta didik lebih peduli terhadap kondisi lingkungan dan berbagai persoalan yang dihadapi daerah.

Ia menambahkan, upaya penanganan karhutla telah melibatkan Pemerintah Kota Banjarbaru, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, berbagai pemangku kepentingan, serta relawan pemadam kebakaran.

Menurutnya, selain mendukung upaya penanganan di lapangan, doa dan kepedulian masyarakat juga diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melewati situasi tersebut.

“Kami berharap doa dari seluruh masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, agar kondisi ini segera membaik dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like