BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan anak melalui pendampingan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Outbreak Response Immunization (ORI).
Pada Selasa (3/11/2026), tim dari Seksi Surveilans dan Imunisasi di bawah koordinasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru turun langsung ke lapangan untuk memastikan kegiatan imunisasi berjalan optimal dan menjangkau seluruh sasaran.
Salah satu titik pelaksanaan kegiatan berada di SDN 1 Cempaka. Di sekolah tersebut, selain menjalankan program BIAS, petugas juga melaksanakan ORI sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya temuan kasus terduga campak di wilayah Kecamatan Cempaka.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Pelayanan ORI juga diperluas ke sejumlah posyandu di Kelurahan Cempaka guna memperluas jangkauan imunisasi kepada anak-anak yang menjadi sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, tim Dinkes Banjarbaru turut memberikan dukungan teknis kepada petugas kesehatan, termasuk membantu proses penyuntikan vaksin. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pelayanan puskesmas yang harus mendistribusikan tenaga medis ke sejumlah titik pelayanan secara bersamaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Ani Rusmila, mengatakan pendampingan langsung tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan anak-anak memperoleh perlindungan kesehatan melalui imunisasi.
Menurutnya, pelaksanaan BIAS yang dibarengi dengan ORI menjadi langkah penting untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus merespons potensi penyebaran penyakit campak sejak dini.
“Melalui pendampingan BIAS dan pelaksanaan ORI ini, kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan hak perlindungan kesehatannya secara optimal. Respons cepat di wilayah Cempaka ini sangat penting untuk mengendalikan potensi penyebaran kasus terduga campak sejak dini,” ungkap Ani.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program imunisasi membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, sekolah, orang tua murid hingga masyarakat.
Karena itu, Dinkes Banjarbaru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan mendukung pelaksanaan BIAS maupun ORI serta memastikan anak-anak yang menjadi sasaran mendapatkan imunisasi sesuai ketentuan.
“Besar harapan kami agar masyarakat, pihak sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung penuh kegiatan BIAS maupun ORI ini. Dukungan dan kesadaran bersama adalah kunci agar anak-anak kita terhindar dari bahaya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I),” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap cakupan imunisasi semakin optimal sehingga perlindungan kesehatan anak dapat diperkuat dan risiko penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi bisa ditekan.










Comments