BANJAR, REPORTASE9.ID – Warga Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, mulai mengandalkan bantuan air bersih setelah Sungai Arfat tercemar diduga akibat kematian ikan massal. Air sungai yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kini mengeluarkan bau menyengat sehingga tidak lagi layak dimanfaatkan.
Salah seorang warga RT 02, Siti Aminah mengaku, kondisi tersebut sudah dirasakan sekitar tiga hari terakhir. Bau tidak sedap dari bangkai ikan membuat warga enggan menggunakan air sungai, bahkan untuk mandi dan mencuci.
“Sudah sekitar tiga hari. Air sungai baunya sangat menyengat karena banyak ikan mati. Biasanya dipakai untuk mandi, mencuci, dan kadang untuk memasak, sekarang sudah tidak bisa lagi dipakai,” ujarnya, Kamis (09/07/2026).
Menurutnya, bantuan air bersih mulai disalurkan sejak dua hari terakhir dan sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya yang berjumlah empat orang.
“Sudah ada bantuan air bersih. Alhamdulillah cukup untuk sementara, kami tampung dulu untuk dipakai sehari-hari,” katanya.
Di lokasi yang sama, relawan BPK Panghid yang tergabung dalam Buser 690 turut membantu mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.
Relawan BPK Panghid, Muhammad Hasan mengatakan, satu mobil tangki membawa sekitar 5.000 liter air bersih yang disalurkan kepada warga di Desa Pingaran Ulu RT 02 dan wilayah terdampak lainnya.
“Hari ini kami membantu menyuplai air bersih untuk warga yang terdampak. Air sungai sudah tidak bisa dikonsumsi maupun digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga masyarakat sangat membutuhkan bantuan air bersih,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, distribusi air bersih sebenarnya telah dimulai sejak malam sebelumnya. Antusiasme warga cukup tinggi karena hampir seluruh kebutuhan rumah tangga kini bergantung pada pasokan air bersih dari pemerintah dan relawan.
“Kalau masyarakat masih membutuhkan, Insyaallah kami siap membantu selama 24 jam. Yang terpenting kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi,” pungkasnya.











Comments