DaerahKabupaten Tanah LautOlahraga

Borneo Biome Trail Run 2026 Sajikan Tantangan Lintasan Pegunungan dan Pantai

0

KALSEL,REPORTASE9.IDBornoe Biome Trail Run 2026 yang diselenggarakan oleh Mapala Piranha Kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tantang peserta melalui medan pegunungan dan pantai sekaligus.

Ketua pelaksana Biome Trail Run, Rizky Ardiana menerangkan, konsep Biome Trail diambil dari keberagaman medan yang dilalui peserta.

“Lintasan yang kami siapkan meliputi dua ekosistem, pegunungan dan pantai. Itu yang menjadi dasar penggunaan istilah biome dalam kegiatan ini,” bebernya.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa kategori yang dipertandingkan, yakni 25 kilometer untuk umum putra dan putri, kategori pecinta alam, serta kategori 7 kilometer.

“Pesertanya sekitar 194 orang, termasuk dari luar daerah seperti Balikpapan dan Malang,” jelasnya.

Panitia menyiapkan hadiah berupa piala, piagam, serta uang pembinaan bagi para pemenang, ditambah dengan sejumlah doorprize.

Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan itu menjadi sarana pembelajaran bagi anggota Mapala Piranha dalam meningkatkan kemampuan di bidang kegiatan alam terbuka.

“Tujuan kami bukan hanya event, tapi juga menambah pengalaman dan keterampilan anggota di lapangan, sekaligus memperluas relasi,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanah Laut, Rudi Imtihansyah menilai, event Biome Trail Run Mapala Piranha dari kampus Universitas Lambung mangkurat (ULM) berpotensi menjadi kegiatan tahunan sekaligus sarana promosi wisata daerah.

Menurutnya, selain karena kompetisi lari tersebut pertama di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengusung konsep lintas Pantai dan Gunung, pun dapat memamerkan potensi wisata di Tanah laut.

“Ini trail run pertama di Tanah Laut. Selain mendorong olahraga, juga memperkenalkan potensi wisata kita,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan skala yang lebih besar dan menjangkau peserta dari tingkat nasional.

“Semoga event serupa selanjutnya skala pesertanya bisa ke level Nasional,” harapnya.

Salah satu peserta, Iren asal Kalimantan Timur, mengaku tertantang mengikuti event tersebut.

Ia mendaftarkan namanya pada kategori lari 25 kilometer. Lantaran pada event lari sebelumnya Iren hanya ikut di kategori lari 7 hingga 8 kilometer saja.

“Saya penasaran dan ingin mencoba kemampuan, karena biasanya hanya ikut jarak 7 sampai 8 kilometer,” ungkapnya.

Selanjutnya Dekan FPIK ULM, Untung Bijaksana sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Biome Trail Run Mapala Piranha yang dinilai membawa pesan lingkungan.

“Ini bukan hanya olahraga, tapi juga mengingatkan kita pentingnya menjaga lingkungan, terutama mengurangi sampah plastik yang dampaknya jangka panjang,” ujarnya.

Baginya, kesadaran menjaga lingkungan mesti terus ditingkatkan, mengingat sampah plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai.

Lomba Lari Gunung-Pantai Mapala Piranha Sudah Trend Sejak Dulu

Mapala Piranha sudah berkiprah di kegiatan lomba lari di alam liar sejak era 80 an hingga sekarang.

Sebelumnya, Mapala Piranha rutin menggelar Lomba lari Lintas Gunung Rawa dan Pantai setiap 5 tahun sekali, dengan konsep setiap satu tim diisi 2 sampai 3 orang yang ditantang membawa beban logistik dan perlengkapan di alam liar.

Mereka menyebut event 5 tahunan itu dengan nama Piranha Adrenaline Challenge.

Namun, karena pergeseran trend dan zaman, mereka memodifikasi konsepnya seperti event Biome Trail Run, setiap tim hanya diisi satu orang, layaknya even lari yang tengah trend beberapa tahun belakangan.

Selain berkiprah pada bidang olahraga di alam terbuka, Mapala Piranha turut aktif berkegiatan di bidang riset dan teknologi kepecintaalaman, contohnya riset Terumbu Karang, bakti sosial dan aksi penyelamatan bencana alam.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah