Kabupaten Hulu Sungai Utara

Bupati HSU Tegaskan Peran Strategis Panti Asuhan Cegah Stunting

0

HSU, REPORTASE9.ID – Seluruh pengurus panti asuhan dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan gelar kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada Kamis (9/4/2026).

Pertemuan itu bertujuan untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat koordinasi antar pengelola lembaga kesejahteraan sosial anak di Bumi Lambung Mangkurat.

Acara yang dipusatkan di Kabupaten HSU ini dihadiri langsung oleh Bupati HSU Sahrujani, Wakil Bupati Hero Setiawan, Kepala Dinas Sosial HSU, serta jajaran pengurus Ikatan Pengurus dan Pengasuh Panti Asuhan (IP3A) Kalimantan Selatan.

Dalam rilis pada Sabtu (11/4/2026), Bupati HSU Sahrujani menegaskan, pemerintah daerah sangat terbantu dengan eksistensi panti asuhan.

Menurutnya, panti asuhan adalah mitra strategis dalam memberikan perlindungan dan pembinaan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Sahrujani menekankan kontribusi spesifik panti asuhan dalam sektor kesehatan masyarakat, khususnya dalam menekan angka gagal tumbuh pada anak.

“Para pengurus panti asuhan adalah sosok penuh dedikasi yang memberikan kasih sayang dan pendidikan. Keberadaan panti asuhan turut berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, pola asuh sehat, serta pendidikan kesehatan,” tegasnya. Sahrujani.

Sementara itu perwakilan IP3A Kalimantan Selatan, Hanafi menyatakan momentum itu sangat krusial bagi para pegiat sosial untuk saling menguatkan di tengah berbagai tantangan operasional.

Ia menggarisbawahi dedikasi mengasuh anak yatim merupakan tugas mulia.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat para pegiat sosial dalam mengelola panti asuhan. Mengurus anak yatim adalah amal mulia yang dijanjikan kedekatan dengan Rasulullah saw di surga,” ujarnya.

Namun, Hanafi tidak menampik adanya kendala nyata yang dihadapi di lapangan.

Ia menyoroti tantangan pembiayaan pendidikan, kebutuhan operasional harian, hingga pemenuhan nutrisi anak asuh yang memerlukan perhatian berkelanjutan.

Hanafi pun mengajak seluruh pengurus untuk tetap mengedepankan keikhlasan dalam menjalankan fungsi sosial tersebut.

Berdasarkan data terkini, terdapat 74 panti asuhan yang aktif beroperasi di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Melalui pertemuan itu, diharapkan tercipta pola komunikasi dan kerja sama yang lebih solid antar pengurus panti guna merumuskan solusi atas tantangan pembiayaan dan manajerial yang dihadapi. (Sumber : infopublik.id/MC HSU)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like