Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Cegah Stunting, Ketua TP PKK Kabupaten HSS Buka Gerakan Genting & Sigap Sehat

0

HSS, REPORTASE9.ID – Membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tidak cukup hanya dimulai ketika anak tumbuh besar. Fondasinya harus dibangun sejak awal kehidupan, melalui pemenuhan gizi yang baik, pola asuh yang tepat, lingkungan yang sehat, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkelanjutan.

Semangat itulah yang kembali ditegaskan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Mustaidah Syafrudin Noor, saat membuka Gerakan Cegah Stunting (Genting) dan Sinergi Gerakan Kampanye Sehat (Sigap Sehat) di Gedung Serbaguna Desa Tanah Bangkang pada Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan kepedulian bersama terhadap pentingnya pencegahan stunting sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Sebelum kegiatan utama berlangsung, Mustaidah bersama jajaran pengurus TP PKK Kabupaten HSS dan para kader terlebih dahulu mengikuti senam sehat bersama di depan Kantor Desa Tanah Bangkang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye hidup sehat sekaligus mengajak masyarakat membangun kebiasaan menjaga kesehatan yang dimulai dari aktivitas sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.

Turut hadir Camat Sungai Raya Fathul Musalli, bersama Ketua TP PKK Kecamatan Sungai Raya, dokter spesialis anak dr. Siti Hairiah, Ahli Gizi Rabiatun Nisa, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten HSS, Kepala Desa dan Ketua TP PKK Desa Tanah Bangkang, para penerima bingkisan, kader, serta seluruh unsur terkait.

Tidak hanya menjadi ruang kampanye, kegiatan Genting dan Sigap Sehat juga diisi dengan edukasi kesehatan yang menghadirkan narasumber kompeten untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat secara langsung.

Dokter Spesialis Anak, dr. Siti Hairiah, menyampaikan paparan mengenai “Pencegahan Stunting Melalui Pola Asuh dan Penerapan PHBS di Rumah Tangga.” Materi tersebut menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk penerapan pola asuh yang tepat serta kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Ahli Gizi, Rabiatun Nisa, memberikan materi bertajuk “Pemenuhan Gizi Seimbang untuk Mencegah Stunting Sejak Dini.” Edukasi tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak secara seimbang sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Kehadiran kedua narasumber tersebut melengkapi rangkaian kegiatan dengan pendekatan edukatif, sehingga masyarakat tidak hanya diajak untuk peduli terhadap stunting, tetapi juga memperoleh pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

Mustaidah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan anak merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa.

“Anak-anak adalah masa depan kita, penerus bangsa sekaligus investasi terbesar yang kita miliki. Untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing, mereka membutuhkan satu pondasi utama, yaitu kesehatan yang optimal sejak dini,” ungkapnya.

Mustaidah menambahkan, persoalan stunting tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi pertumbuhan fisik anak. Lebih jauh, stunting berkaitan dengan tumbuh kembang, kemampuan anak dalam belajar, serta kualitas hidupnya di masa mendatang. Karena itu, pencegahan stunting membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama dari berbagai pihak.

Menurutnya, kehadiran Gerakan Genting dan Sigap Sehat menjadi momentum penting untuk memperkuat tiga hal utama dalam upaya pencegahan stunting.

Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak.

Kedua, mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari menjaga sanitasi, memastikan ketersediaan dan penggunaan air bersih, hingga membiasakan perilaku mencuci tangan menggunakan sabun.

Ketiga, memperkuat peran keluarga dan kader dalam memastikan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita memperoleh pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang serta asupan nutrisi yang cukup dan seimbang secara berkala.

Mustaidah juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga. Anak perlu mendapatkan pemantauan tumbuh kembang secara rutin, asupan gizi yang cukup dan seimbang, pola asuh yang baik, serta perhatian terhadap kesehatan sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten HSS juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, kader PKK, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang selama ini terus bekerja dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga gerakan pencegahan stunting tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.

Kepada para orang tua dan masyarakat, Mustaidah mengajak agar tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki pertanyaan maupun kekhawatiran terkait tumbuh kembang anak. Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin sebagai salah satu sarana pemantauan kesehatan dan pertumbuhan anak.

Melalui Gerakan Genting dan Sigap Sehat, TP PKK Kabupaten HSS berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin kuat. Sebab, mewujudkan generasi yang sehat bukan hanya tentang menurunkan angka stunting, tetapi tentang memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, berkembang, belajar, dan meraih masa depan terbaiknya. (Sumber : Kominfo HSS)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like