BANJAR, REPORTASE9.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui Bidang Penyuluhan Pertanian gelar rapat persiapan pelaksanaan diseminasi komoditas tanaman pangan (padi) dan komoditas hortikultura di Aula Distan, Martapura pada Kamis (5/3/2026) lalu.
Pertemuan ini bertujuan untuk mentransformasi bantuan pertanian menjadi modal bisnis yang berkelanjutan, sehingga tidak berhenti di tengah jalan namun terus berkembang.
Melalui kombinasi metode diseminasi virtual, pelatihan teknis, dan diskusi kelompok, pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengadopsi inovasi teknologi guna mendongkrak produktivitas pangan dan perkebunan di seluruh wilayah Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dintan Banjar Warsita, Plt Sekretaris Retno Sri Murwani, Kepala Seksi Kelembagaan Petani Dwi Retnani, Koordinator Penyuluh dan petani Sekabupaten Banjar.
Dalam rilis pada Sabtu (7/3/2026), Warsita menyampaikan melalui metode diseminasi yang mengombinasikan teknologi dengan praktik langsung di lapangan, kita ingin memperkuat kapasitas petani secara menyeluruh.
“Tujuannya jelas meningkatkan produktivitas di sektor pangan dan perkebunan sehingga setiap kelompok tani mampu berkembang lebih besar dan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut Warsita, Keberhasilan inovasi pertanian tidak hanya bergantung pada materi, tetapi juga pada pertukaran pengalaman antarpetani, karena realitas di lapangan memberikan pelajaran yang lebih berharga, penggabungan antara teknologi dan kearifan lokal sangatlah penting.
“Dengan adanya koordinasi yang baik melalui diskusi kelompok dan pelatihan teknis, kita dapat mengadopsi pengalaman sukses di lahan menjadi sebuah sistem kerja yang lebih akurat, efektif, dan optimal bagi seluruh anggota kelompok tani,” katanya.
Warsita menambahkan agar hasil pertanian memberikan nilai ekonomi tinggi, manajemen produksi harus direncanakan dengan matang, terutama dalam mengatur waktu tanam.
“Kita harus belajar dari pengalaman fluktuasi harga komoditas seperti cabai, dengan perencanaan yang tepat petani bisa memanen saat permintaan pasar sedang tinggi, seperti menjelang hari raya, sehingga harga jual tetap menguntungkan,” pungkasnya. (Sumber : Media Center Banjar)















Comments