BANJAR, REPORTASE9.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar dalam ajang National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2026 yang digelar di Palembang.
Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Tim DPKP Banjar sukses meraih peringkat kedua pada kategori survival. Dua atlet andalan, Gusti Bayu Anzani Akhfira dan Samuel Timbang, tampil impresif hingga mengamankan posisi juara dua pada kategori yang dikenal paling menantang tersebut.
Kategori survival menjadi salah satu nomor paling bergengsi dalam NFSC, karena menguji kemampuan secara menyeluruh. Peserta tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga presisi dalam teknik, kuat secara fisik, serta siap secara mental menghadapi simulasi kondisi darurat. Penilaian mencakup ketepatan penggunaan peralatan, keselamatan kerja, koordinasi tim, hingga daya tahan di bawah tekanan. Setiap kesalahan prosedur maupun pelanggaran keselamatan dapat berujung pada pengurangan nilai.

Selain kategori survival, ajang yang digelar dalam rangka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran ke-107 ini juga mempertandingkan sejumlah kategori lain, seperti ladder pitching dan hose laying, yang berfokus pada keterampilan teknis serta kekompakan tim di lapangan.
Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto mengungkapkan, rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras tim yang konsisten, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat.
“Alhamdulillah, ini capaian terbaik kami sejak mulai mengikuti NFSC pada 2017. Tahun lalu kita berada di peringkat empat, dan tahun ini berhasil naik ke posisi dua nasional. Ini hasil kerja keras, latihan, serta dukungan pimpinan daerah dan masyarakat Kabupaten Banjar,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (04/05/2026).
Ia menjelaskan, persiapan tim DPKP Banjar tergolong singkat dibandingkan daerah lain. Latihan intensif hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan, karena beririsan dengan bulan Ramadan.
“Kalau daerah lain ada yang sampai enam bulan menjalani training center, kita relatif singkat. Namun dengan usaha maksimal dan doa masyarakat, kita bisa mencapai hasil ini,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan sumber daya, baik dari sisi personel maupun anggaran, semangat tim tetap terjaga. Bahkan, dalam beberapa kategori, atlet yang sama harus turun di lebih dari satu kategori, sehingga membutuhkan stamina dan fokus ekstra.
Ke depan, pihaknya menekankan pentingnya regenerasi atlet sebagai langkah strategis menjaga kesinambungan prestasi.
“Kami berharap atlet-atlet muda bisa mulai muncul sebagai pelapis. Jangan sampai terjadi kekosongan ketika atlet yang ada saat ini sudah tidak lagi optimal. Regenerasi ini penting agar kita tetap kompetitif, bahkan menargetkan juara umum ke depan,” harapnya.
Dengan tren peningkatan prestasi yang konsisten dari tahun ke tahun, DPKP Banjar optimistis mampu meraih hasil yang lebih tinggi pada kompetisi mendatang, termasuk membidik posisi juara pertama di tingkat nasional.











Comments