Daerah

DPKP Kalsel Imbau Petani Antisipasi Dini Untuk Cegah Karhutla Saat Kemarau

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) mengimbau para petani untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi tahun ini.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, di Banjarbaru pada Senin (6/4/2026) menyampaikan berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, fenomena El Nino diperkirakan akan memicu kemarau lebih panjang dan berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Kalsel.

“Dengan adanya El Nino, kemarau akan lebih panjang dari biasanya dan tentu berdampak pada kondisi lahan pertanian. Karena itu, perlu langkah antisipatif dari para petani,” ujarnya.

Syamsir menegaskan, salah satu hal utama yang harus diperhatikan adalah larangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dinilai sangat berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca kering.

“Petani tidak boleh lagi membuka lahan dengan membakar. Ini penting untuk mencegah kebakaran yang bisa meluas,” tegas Syamsir.

Selain itu, petani juga diimbau untuk mulai membersihkan lahan dari rumput kering dan langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi potensi bahan bakar alami yang dapat memicu kebakaran.

Dalam masa panen, Syamsir juga mengingatkan agar petani tidak hanya memanen bagian atas tanaman, tetapi hingga ke bagian bawah dengan menggunakan alat panen seperti combine harvester untuk mengurangi sisa batang atau ilalang kering yang mudah terbakar.

“Kalau panen sampai bawah, maka sisa-sisa tanaman yang berpotensi terbakar bisa diminimalisir,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syamsir juga mendorong petani untuk mulai menyiapkan langkah mitigasi, seperti melakukan pengomposan (komponisasi), serta mengaktifkan kembali sumur bor guna memastikan ketersediaan air selama musim kemarau.

Tak hanya itu, peran pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota juga diharapkan aktif dalam mendukung upaya tersebut, termasuk melalui brigade pangan yang telah memiliki peralatan pendukung di lapangan.

Syamsir menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan bersama melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta sinergi dengan aparat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam mengantisipasi potensi kebakaran.

“Yang terpenting adalah saling menjaga dan saling mengingatkan. Ini menjadi kunci utama kita dalam menghadapi musim kemarau,” pungkasnya. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah