BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Kepedulian terhadap para relawan yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru ditunjukkan Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari. Ia turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan logistik kepada Posko Banjarbaru Rescue (Barres) 698 di Jalan Tambak Bulu, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Senin (24/8/2026).
Kunjungan tersebut tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga menjadi momentum bagi Emi untuk menyerap langsung berbagai kendala yang dihadapi para relawan selama melakukan pemadaman karhutla.
Emi mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir dirinya intens berkomunikasi dengan sejumlah posko karhutla, di antaranya yang berada di kawasan Syamsudin Noor, Pengayuan, hingga posko yang baru didirikan di kawasan Tambak Bulu.
“Pertama kita memberikan bantuan logistik untuk posko. Kemudian kita berdiskusi dan ngobrol dengan para relawan terkait kendala maupun persoalan yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.

Menurut Emi, kondisi karhutla saat ini semakin meluas dan penanganannya diperkirakan masih membutuhkan waktu cukup panjang. Karena itu, diperlukan dukungan sumber daya yang memadai, baik dari pemerintah maupun berbagai pihak.
Ia menilai kemampuan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi saja belum cukup untuk menangani kondisi tersebut. Terlebih, saat ini telah dibentuk tim gabungan penanganan karhutla yang berada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Tim gabungan ini tentunya juga harus bersinergi dengan Pemerintah Kota Banjarbaru. Kalau melihat kondisi di lapangan, khususnya di Tambak Bulu, untuk logistik sampai saat ini belum ada penyaluran yang sampai ke posko,” jelasnya.
Emi menilai keberadaan dapur umum menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak bagi para relawan. Menurutnya, pemerintah kota dan pemerintah provinsi perlu segera berkoordinasi untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaannya.
Selain makanan dan minuman, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan operasional serta peralatan pemadaman juga menjadi perhatian. Sejumlah perlengkapan bahkan mengalami kerusakan akibat intensitas penggunaan di lapangan.
“BBM untuk mobil operasional dan peralatan juga cukup mendesak. Ada beberapa peralatan yang perlu disupport karena setelah digunakan ada yang rusak, seperti selang. Apalagi banyak selang yang terbakar sehingga perlu tambahan,” katanya.
Ia menegaskan, ketersediaan logistik dan peralatan menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas penanganan karhutla. Pasalnya, para relawan terus bekerja sejak pagi hingga malam untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik.
“Kawan-kawan relawan sudah berjibaku dengan situasi kebakaran lahan. Mereka melakukan pemadaman mulai pagi, siang, sore hingga malam dan tidak mengenal lelah. Oleh karena itu, penyediaan dapur umum menjadi situasi yang mendesak,” tegas Emi.
Terkait kondisi kesehatan relawan, Emi juga menyebut telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar puskesmas di wilayah terdampak turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para petugas di lapangan.
“Setelah mendapat respons, ternyata beberapa hari yang lalu puskesmas-puskesmas di wilayah masing-masing sudah mulai berkeliling untuk melakukan pengawasan dan pengecekan kesehatan,” ungkapnya.
Ke depan, pemeriksaan kesehatan juga akan dikoordinasikan untuk masyarakat di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya kawasan yang terdampak karhutla dan asap.

















Comments