HSU, REPORTASE9.ID – Di tengah dominasi gawai pada generasi muda, Syakira Nur Afifah (12), siswi kelas 5 Sekolah Dasar (SD) asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) buktikan kemandirian dengan menjadi perajin anyaman eceng gondok profesional.
Ketekunannya mengolah tanaman liar menjadi produk bernilai ekonomis telah menarik perhatian luas, termasuk dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) HSU pada Sabtu (25/4/2026).
Syakira mulai menekuni teknik menganyam sejak duduk di bangku kelas 1 SD dan di bawah bimbingan orang tuanya, hobi yang awalnya hanya pengisi waktu luang tersebut kini berkembang menjadi sumber penghasilan.
Aktivitas produktif dijalani Syakira tanpa mengabaikan kewajiban belajar maupun waktu bermainnya sebagai anak-anak.
“Kebanyakan produk yang Ulun (saya) buat berupa tas,” ujar Syakira dalam rilis pada Minggu (26/4/2026).
Hingga saat ini, Syakira tercatat telah menghasilkan ratusan produk kerajinan dengan memanfaatkan melimpahnya bahan baku eceng gondok di wilayah HSU untuk menciptakan barang-barang berkualitas yang diminati pasar.
Selain pemasaran secara langsung, Syakira juga telah merambah pasar digital melalui akun media sosial @Balimbur_ilung.
Potensi besar Syakira mendapat apresiasi dari Ketua Apindo HSU, Romeir Emma Ramadayanti Revilla.
Emma menilai Syakira sebagai sosok penerus yang langka di tengah minimnya minat anak muda terhadap kerajinan tradisional.
“Syakira adalah salah satu potret penerus yang langka. Di usianya yang masih sangat muda, tidak banyak anak yang mau beraktivitas di bidang kerajinan anyaman. Untuk itu, atas nama pribadi dan organisasi, kami akan mengawal aktivitasnya agar terus berkembang,” tegas Emma.
Melalui keberhasilannya, Syakira menjadi simbol inspirasi bagi generasi muda di HSU bahwa kekayaan alam lokal dapat diubah menjadi peluang usaha menjanjikan melalui kreativitas dan ketekunan sejak dini. (Sumber : infopublik.id/MC HSU)











Comments