BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Dampak kemarau panjang yang menyebabkan sumur warga mengering mendapat perhatian serius dari Polres Banjarbaru. Kepolisian kembali menyalurkan bantuan air bersih gratis untuk kedua kalinya kepada warga Jalan Seledri RT 19, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Senin (10/8/2026).
Sebanyak 15.000 liter air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, dengan menggandeng PT Air Minum Intan Banjar serta jajaran Polsek Banjarbaru Utara.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin mendesak akibat kekeringan.

“Untuk di Sungai Ulin ini sudah permintaan yang kedua dari masyarakat. Kami melihat warga di sini sangat membutuhkan, sehingga langsung kami respons. Harapannya kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” ujar Pius.
Menurutnya, Polres Banjarbaru tidak hanya fokus pada satu wilayah. Jajaran kepolisian juga terus melakukan pemetaan terhadap kawasan lain yang mengalami dampak kemarau cukup parah.
Berdasarkan hasil evaluasi, Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Cempaka menjadi dua wilayah yang mengalami kondisi kekeringan cukup serius.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini dapat meringankan ataupun membantu masyarakat terkait dengan kebutuhan air bersih,” katanya.
Pius menegaskan, Polres Banjarbaru bersama jajaran Polsek dan Pemerintah Kota Banjarbaru akan memperluas penyaluran bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
“Sebelumnya Polsek Cempaka juga sudah bergerak. Nanti kami bersama-sama akan mengadakan kegiatan menyeluruh di lima kecamatan se-Kota Banjarbaru. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melayani wilayah-wilayah yang menjadi sasaran,” tambahnya.
Bantuan tersebut disambut antusias warga. Perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sungai Ulin, Hasanudin, mengatakan krisis air bersih di RT 19 telah berlangsung sekitar satu setengah bulan.
Kondisi tersebut terjadi setelah sumur-sumur warga mengering, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sebelum ada bantuan ini, warga terpaksa meminta air kepada tetangga yang masih memiliki jaringan air perpipaan atau ledeng,” ungkap Hasanudin.
Ia mengapresiasi kepedulian Polres Banjarbaru yang kembali menyalurkan bantuan air bersih ke kawasan tersebut.
“Sudah kurang lebih satu setengah bulan warga kami kesulitan air karena sumur-sumur mengering. Penyaluran air bersih tahap pertama dan kedua hari ini sangat membantu sekali. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Polres Banjarbaru dan Polsek Banjarbaru Utara,” pungkasnya.
















Comments