KALSEL, REPORTASE9.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin sampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Komisi XI DPR RI dalam kunjungan kerja ke Kalsel, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mengawal target pertumbuhan ekonomi nasional berbasis potensi lokal.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang di Bumi Pangeran Antasari kepada rombongan Komisi XI DPR RI. Kunjungan kerja ini sangat berarti bagi Kalsel yang saat ini sedang menjalani visi besar menuju gerbang logistik Kalimantan,” ujarnya di Banjarmasin pada Kamis (7/5/2026).
Dalam rilis pada Jumat (8/5/2026), mantan Wali Kota Banjarmasin ini memaparkan sejumlah capaian Pemprov Kalsel dalam bidang pembangunan daerah.
Muhidin menyebut pada 5 Mei 2026, Kalsel menerima penghargaan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah Berprestasi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai terbaik regional Kalimantan dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.
Penghargaan tersebut menjadi prestasi kedua yang diraih Kalsel dalam waktu berdekatan, karena sebelumnya pada 27 April 2026, Kalsel menjadi satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang masuk lima besar nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah berkinerja tinggi.
Menurut Muhidin, capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah, mulai dari pemerintah Kabupaten/Kota, kepala desa, kader posyandu hingga masyarakat di pelosok daerah.
“Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat yang terus berjuang agar anak-anak tumbuh sehat dan keluarga-keluarga lepas dari jerat kemiskinan,” katanya.
Muhidin juga menegaskan Kalsel memiliki posisi strategis sebagai gerbang logistik Kalimantan karena didukung jalur transportasi darat, sungai, laut dan udara, serta letak geografis yang berada di tengah Pulau Kalimantan.
Ia menyebut, dengan jumlah penduduk sekitar 4,3 juta jiwa yang tersebar di 11 kabupaten dan 2 kota, angka kemiskinan dan pengangguran di Kalsel berada di bawah rata-rata nasional dengan pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
“Produksi beras surplus. Sektor CPO, peternakan dan kelautan juga masih terbuka lebar untuk dioptimalkan,” ucapnya.
Meski demikian, Muhidin mengakui kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tekanan cukup serius akibat penurunan transfer pusat yang signifikan.
Sebagai daerah penghasil batubara dan CPO, Kalsel masih sangat bergantung pada mekanisme dana bagi hasil dari pemerintah pusat, karena itu Muhidin berharap Komisi XI DPR RI dapat turut memperjuangkan kebijakan yang lebih berkeadilan bagi daerah penghasil sumber daya alam.
“Kami menaruh harapan besar kepada Komisi XI DPR RI, tidak hanya terkait anggaran, tetapi juga untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang berkeadilan bagi daerah-daerah yang menjadi tulang punggung sumber daya alam Indonesia,” pungkasnya. (Sumber : MC Kalsel)















Comments