KesehatanNasional

Layanan Makin Mudah Diakses, Kepesertaan JKN Mencapai 282,7 Juta Jiwa

0

NASIONAL, REPORTASE9.ID – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tunjukkan perkembangan signifikan sebagai program prioritas pemerintah. Hingga akhir 2025, cakupan kepesertaan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia telah mencapai 282,7 juta jiwa.

Hal ini disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan 2025 di Jakarta pada Kamis (2/7/2026).

“Angka ini mencakup 98,62 persen dari total penduduk Indonesia, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 278,1 juta jiwa,” katanya dalam rilis pada Jumat (3/7/2026)

Menurutnya, peningkatan cakupan kepesertaan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita Presiden serta menjadi salah satu prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

“Program JKN merupakan wujud nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh rakyat. Program ini menjadi bagian dari Asta Cita Presiden sekaligus salah satu program prioritas nasional,” katanya.

Untuk memastikan layanan JKN dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, BPJS Kesehatan terus memperkuat jaringan pelayanan di berbagai daerah. Saat ini, BPJS Kesehatan didukung oleh satu kantor pusat, 12 kantor kedeputian wilayah, 126 kantor cabang, serta 387 kantor kabupaten/kota yang tersebar di 513 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Selain memperkuat layanan tatap muka, BPJS Kesehatan juga menghadirkan berbagai inovasi layanan jemput bola. Melalui BPJS Keliling, misalnya, sebanyak 698.227 transaksi telah dilayani di 30.317 titik layanan sepanjang 2025 untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil maupun pusat-pusat keramaian.

Layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) juga mencatat 736.268 transaksi melalui 265 titik layanan, sementara Anjungan Mandiri JKN telah melayani sekitar 3,2 juta transaksi, sehingga mempermudah peserta mengakses layanan secara mandiri sekaligus mengurangi antrean di kantor cabang.

Prihati menegaskan transformasi digital menjadi salah satu fokus utama BPJS Kesehatan. Melalui semangat “Kemudahan dalam Genggaman”, berbagai layanan administrasi kini dapat diakses secara daring kapan saja dan dari mana saja.

“Layanan-layanan ini dapat diakses dari mana pun. Kami terus meningkatkan kemudahan akses sehingga seluruh layanan benar-benar berada dalam genggaman peserta,” jelasnya.

Berbagai kanal digital BPJS Kesehatan juga mencatat pemanfaatan yang tinggi. Aplikasi Mobile JKN telah digunakan oleh 64 juta pengguna dengan total 81,95 juta transaksi sepanjang tahun.

Sementara itu, layanan administrasi melalui PANDAWA (WhatsApp 08118 165165) melayani 36,1 juta transaksi, Care Center 165 menangani 2,2 juta layanan informasi dan pengaduan, serta VIOLA menyediakan layanan administrasi dan konsultasi melalui video conference.

Untuk semakin memudahkan peserta memenuhi kewajiban pembayaran iuran, BPJS Kesehatan kini didukung oleh 955.470 kanal pembayaran yang mencakup perbankan BUMN dan swasta, platform e-commerce, hingga jaringan ritel modern maupun tradisional.

BPJS Kesehatan juga terus menyempurnakan Program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran. Melalui pembaruan skema pembayaran, peserta kini dapat mencicil tunggakan secara harian maupun mingguan, tidak lagi terbatas pada pembayaran bulanan. Hingga akhir 2025, program tersebut telah diikuti oleh sekitar 1,2 juta peserta.

“Selain itu, kehadiran BPJS SATU di rumah sakit juga terus kami perkuat untuk mendampingi peserta secara langsung selama menjalani perawatan, sehingga kebutuhan layanan kesehatan mereka dapat terpenuhi dengan optimal,” pungkas Dirut BPJS Kesehatan. (Sumber : infopublik.id)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Kesehatan