DaerahEkonomi

Pastikan Stabilitas Harga Bapok, Disdag Kalsel Rutin Laksanakan Pemantauan

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) terus memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Kepala Disdag Kalsel, Ahmad Bagiawan, di Banjarmasin pada Jumat (7/8/2026) mengatakan berdasarkan hasil pemantauan perkembangan harga barang kebutuhan pokok di 13 kabupaten/kota pada Minggu ke-5 Juli 2026 (27–31 Juli 2026), secara umum kondisi harga masih relatif terkendali meskipun terdapat pergerakan pada beberapa komoditas tertentu.

“Pemantauan harga dilakukan secara berkala untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar serta menjaga kelancaran distribusi barang di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Bagiawan menjelaskan sejumlah komoditas strategis masih menunjukkan kondisi yang stabil. Harga rata-rata provinsi untuk beras premium tercatat tetap di angka Rp15.700 per kilogram, sedangkan harga MinyaKita juga tidak mengalami perubahan dengan rata-rata Rp16.258 per liter.

Selain itu, harga daging ayam ras juga mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya sehingga rata-rata provinsi berada pada kisaran Rp32.577 per kilogram. Sementara harga telur ayam ras relatif stabil dengan rata-rata Rp15.085 per kilogram.

Namun demikian, Bagiawan mengakui masih terdapat beberapa komoditas hortikultura yang mengalami fluktuasi harga. Salah satunya cabai rawit merah lokal yang mengalami kenaikan rata-rata sekitar 11,41 persen dibandingkan pekan sebelumnya, sedangkan harga cabai merah keriting justru mengalami penurunan sekitar 4,89 persen.

“Fluktuasi harga pada komoditas hortikultura umumnya dipengaruhi faktor pasokan, kondisi cuaca, dan distribusi. Karena itu kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, distributor, serta instansi terkait agar pasokan tetap terjaga,” katanya.

Bagiawan menambahkan, Disdag Kalsel akan terus memperkuat pengawasan distribusi barang kebutuhan pokok serta melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional maupun modern. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi gejolak harga maupun gangguan pasokan.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen menjaga stabilitas harga sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok kebutuhan pokok secara umum masih tersedia. Pemerintah akan terus hadir memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali,” tutupnya. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah