BANJAR, REPORTASE9.ID – Upaya melestarikan seni tradisional terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui pelatihan musik panting yang akan digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjar.
Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Disbudporapar Banjar, Supriyadi mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi menurunnya minat generasi muda terhadap seni budaya di era digital.
“Sekarang ini menumbuhkan minat pemuda terhadap seni cukup sulit. Sementara pembinaan melalui sanggar juga masih terbatas, jadi kita hadirkan pelatihan ini sebagai wadah penyaluran bakat mereka,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (01/04/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan musik panting tidak hanya berfokus pada keterampilan bermain alat musik, tetapi juga bertujuan mencetak generasi penerus seni tradisional di Kabupaten Banjar.
“Harapannya bisa melahirkan bibit-bibit baru, bahkan grup-grup musik panting di desa maupun kelurahan,” jelasnya.
Pelatihan direncanakan berlangsung selama 15 hari dengan melibatkan pelatih dari bidang kebudayaan melalui forum budaya. Namun, jumlah peserta tahun ini dibatasi.
“Karena efisiensi anggaran, tahun ini hanya tiga grup. Satu grup terdiri dari tujuh orang dan diutamakan berasal dari perwakilan desa atau kelurahan,” katanya.
Saat ini, proses pendaftaran masih dibuka melalui media sosial. Bahkan, kata dia, sudah ada dua grup yang mendaftar dan tinggal menunggu satu grup lagi untuk memenuhi kuota.
“Kalau sudah terpenuhi tiga grup, pendaftaran langsung kita tutup. Kemungkinan pertengahan April sudah bisa dimulai,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Supriyadi menyebutkan pelatihan ini merupakan tahun kedua pelaksanaan. Pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa diikuti lima grup dengan antusiasme yang cukup tinggi.
“Banyak yang ingin ikut, tapi kebanyakan mendaftar atas nama pribadi atau sekolah. Sementara saat ini kita fokuskan melalui desa supaya tiap wilayah punya grup seni sendiri,” tambahnya.
Tak hanya pelatihan, peserta juga berpeluang mendapatkan kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan daerah, termasuk festival budaya dan peringatan hari jadi.
“Alumni tahun lalu sempat kita libatkan tampil di acara hari jadi. Jadi setelah pelatihan, ada kemungkinan mereka bisa langsung punya panggung,” pungkasnya.















Comments