Kabupaten Banjar

Pembukaan Pintu Air Dimulai, DKPP Banjar Imbau Pembudidaya Segera Panen Ikan

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Pembukaan pintu air Bendung Irigasi Riam Kanan menuju Sungai Aranio resmi mulai dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026) sebagai tindak lanjut kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Banjar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk menambah debit air di kawasan budidaya ikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani mengatakan, pembukaan pintu air merupakan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang difasilitasi DPRD Kabupaten Banjar bersama BWS, pemerintah daerah, dan perwakilan pembudidaya ikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Banjar yang telah memfasilitasi pertemuan bersama para pembakal dan BWS terkait kondisi perairan di Kabupaten Banjar, khususnya di Sungai Aranio yang menjadi kawasan budidaya Keramba Jala Apung. Dari hasil rapat itu disepakati pintu air irigasi dibuka sebagian untuk menambah debit air di Sungai Aranio,” ujarnya saat ditemui dikantornya, Rabu (22/07/2026).

Ia mengungkapkan, pembukaan pintu air telah dilakukan pada Jumat (17/07/2026) dan direncanakan berlangsung selama dua minggu. Penambahan debit air tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi perairan sehingga risiko kematian ikan dapat ditekan.

Seiring pelaksanaan pembukaan pintu air, DKPP Banjar mengimbau seluruh pembudidaya agar segera memanen ikan yang telah memasuki ukuran konsumsi.

“Selama dua minggu ini kami mengimbau pembudidaya agar segera memanen ikan yang sudah layak konsumsi. Melihat kondisi cuaca yang masih minim hujan, kami khawatir debit air kembali menurun sehingga berpotensi menyebabkan kematian ikan lagi,” tuturnya.

Untuk memastikan informasi tersebut diterima masyarakat, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran, mulai dari siaran radio, grup WhatsApp pembudidaya, hingga penyampaian surat kepada para pembakal di wilayah terdampak.

Ia menjelaskan, tim DKPP juga terus melakukan pemantauan di lapangan guna melihat perkembangan kondisi perairan dan memastikan masih ada atau tidaknya ikan yang belum dipanen.

“Hari ini tim kami kembali turun ke lapangan untuk memantau kondisi air dan melihat apakah masih ada ikan di keramba yang belum dipanen. Jika masih ada, kami akan terus mengimbau pembudidaya agar segera melakukan panen,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah masa pembukaan pintu air selama dua minggu berakhir, pengaturan distribusi air selanjutnya akan kembali dikoordinasikan dengan BWS Kalimantan III. Pasalnya, kebutuhan air untuk irigasi pertanian juga harus menjadi perhatian.

“Kami akan kembali berkoordinasi dengan BWS setelah dua minggu ini. Nanti pola pengaturan bukaan pintu air akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar kebutuhan sektor perikanan dan pertanian tetap dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like