NASIONAL, REPORTASE9.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus percepat transformasi digital sektor transportasi darat melalui pengembangan aplikasi Surat Muatan Barang (SUMBA) sebagai bagian dari strategi nasional mewujudkan program Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat membangun aplikasi SUMBA sebagai sistem e-manifest angkutan barang yang mampu mendokumentasikan dan memantau data muatan kendaraan secara digital, akurat, dan terintegrasi.
Direktur Angkutan Jalan melalui Kepala Subdirektorat Angkutan Barang Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Handa Lesmana, dalam keterangan persnya yang diterima pada Minggu (28/6/2026) mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk memperkuat pengawasan angkutan barang sekaligus meningkatkan keselamatan lalu lintas serta efisiensi distribusi logistik nasional.
“Aplikasi ini dibangun guna meningkatkan keselamatan, menekan kerusakan infrastruktur, serta mendukung penegakan regulasi angkutan barang yang terintegrasi dengan sistem Pemberitahuan Angkutan Barang (PAB Darat) yang akan dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Menurut Handa, digitalisasi dokumen angkutan barang menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan kendaraan bermuatan berlebih yang selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas, kerusakan jalan, hingga meningkatnya biaya logistik nasional.
Melalui aplikasi SUMBA, seluruh informasi terkait pengangkutan barang akan tercatat dalam satu sistem yang terintegrasi. Data tersebut meliputi identitas kendaraan, perusahaan angkutan (transporter), pengemudi, pemilik barang, penerima barang, hingga rincian muatan berupa jenis, kelompok, dan jumlah barang yang diangkut.
Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan dashboard pemantauan yang menampilkan berbagai informasi strategis mengenai pergerakan logistik nasional.
“Dashboard pada e-manifest nanti akan menampilkan data pergerakan barang dan logistik nasional, jenis komoditas yang diangkut, pola rute dan distribusi barang, serta profil transporter dan pengemudi,” jelas Handa.
Kehadiran dashboard tersebut diharapkan mampu memberikan basis data yang akurat bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan transportasi logistik sekaligus memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan pelaku usaha.
Dalam sosialisasi tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga memperkenalkan tata cara penggunaan aplikasi SUMBA kepada perusahaan angkutan barang.
Proses registrasi dimulai dengan membuka laman emanifest-hubdat.kemenhub.go.id, melakukan pendaftaran akun, memilih tipe akun, mengisi formulir, melakukan verifikasi melalui email, hingga memperoleh persetujuan dari administrator sistem.
Setelah akun aktif, perusahaan dapat menambahkan data kendaraan utama, kereta tempelan, serta data pengemudi yang dilengkapi biodata dan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Tahapan berikutnya adalah pembuatan Surat Muatan Barang secara elektronik dengan mengisi data pemilik barang, penerima barang, kendaraan, pengemudi, jenis muatan, serta rute perjalanan hingga dokumen selesai diterbitkan.
Handa menjelaskan seluruh data muatan yang terdokumentasi secara elektronik akan menjadi instrumen penting dalam mendukung pengawasan terhadap kesesuaian berat muatan kendaraan.
Selain meningkatkan kepatuhan perusahaan angkutan, sistem tersebut juga diharapkan memperkuat efektivitas penegakan regulasi angkutan barang secara berkelanjutan.
“Harapannya dengan adanya aplikasi ini, data muatan dapat terdokumentasi secara elektronik sehingga mendukung pengawasan terhadap kesesuaian berat muatan, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, serta mendukung penegakan regulasi angkutan barang secara lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan terus memperluas sosialisasi aplikasi SUMBA kepada seluruh perusahaan angkutan barang di Indonesia agar implementasinya dapat berjalan optimal sebelum kebijakan Zero ODOL diberlakukan secara penuh pada 2027.
Melalui pemanfaatan teknologi digital tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan angkutan barang menjadi lebih tertib, aman, efisien, serta mampu meningkatkan daya saing logistik nasional.
Pengembangan aplikasi SUMBA juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan, memperkuat pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional, serta meningkatkan produktivitas ekonomi melalui sistem logistik yang lebih efisien, transparan, dan berkeselamatan. (Sumber : infopublik.id)















Comments