HSS, REPORTASE9.ID – Suara anak perlu mendapat ruang untuk didengar dan menjadi bagian dalam pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Syafrudin Noor saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten HSS Tahun 2026 di Pendopo Bupati HSS pada Selasa (11/8/2026).
Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi dan memenuhi hak anak, sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi dalam pembangunan.
Puncak HAN dihadiri Wakil Bupati HSS Suriani, Bunda Forum Anak Kabupaten HSS Mustaidah Syafrudin Noor, Ketua GOW HSS Misnawati Suriani, unsur Forkopimda, Ketua MUI HSS, para kepala perangkat daerah, camat, pimpinan instansi vertikal, organisasi, perusahaan, perbankan, serta Forum Anak Kabupaten dan Kecamatan se-HSS.
Kemeriahan kegiatan diisi berbagai penampilan anak-anak, seperti madihin, penyuluh cilik, dan menyanyi. Kegiatan juga dirangkai dengan pembacaan Suara Anak Indonesia (SAI) Tahun 2026, pengukuhan Forum Anak Daerah Kabupaten HSS periode 2026–2028, penandatanganan MoU penanganan anak tidak sekolah di Rutan dan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), serta penyerahan hadiah lomba PAUD.
Bupati HSS Syafrudin Noor mengapresiasi keberanian dan kreativitas anak-anak yang tampil. Ia menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh merasa terlalu kecil untuk memberikan kontribusi bagi daerah.
“Jangan pernah merasa bahwa kalian masih terlalu kecil untuk memberikan sesuatu bagi daerah ini. Kalian adalah bagian dari Hulu Sungai Selatan,” tegasnya.
Bupati juga menekankan bahwa Suara Anak Indonesia bukan sekadar rangkaian kata yang dibacakan dalam sebuah acara. Menurutnya, suara tersebut menggambarkan harapan, kebutuhan, dan keinginan anak yang perlu didengar serta menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.
“Di dalamnya ada harapan, kebutuhan, dan keinginan anak-anak yang harus kita dengarkan dan menjadi bahan bagi kita dalam membuat kebijakan,” katanya.
Syafrudin Noor berharap Forum Anak Daerah HSS yang baru dikukuhkan dapat menjadi ruang bagi anak untuk belajar berorganisasi, menyampaikan pendapat, saling menguatkan, dan berperan positif di lingkungan masing-masing.
“Kepada anak-anak yang mendapat amanah dalam forum ini, laksanakan dengan sungguh-sungguh, tetapi tetaplah menjadi anak-anak yang ceria, rajin belajar, dan menikmati masa pertumbuhan kalian,” pesannya.
Sementara itu, penandatanganan MoU penanganan anak tidak sekolah di Rutan dan PAUD HI menjadi salah satu langkah untuk memastikan anak tetap memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan dan tumbuh secara optimal.
Peringatan HAN 2026 di Kabupaten HSS juga menjadi puncak dari berbagai kegiatan sebelumnya, di antaranya Lomba Kreasi Madihin Anak se-Kalimantan Selatan yang mengantarkan L.A. Abid Zarin Ramadhan dari Forum Anak Kecamatan Sungai Raya masuk Top 5, Sosialisasi Kolaboratif Edukasi dan Perlindungan Anak, Gebyar PAUD yang diikuti sekitar 700 murid PAUD, serta penguatan peran Forum Anak dalam Partisipasi Anak dalam Perencanaan Pembangunan (PAPP).
Syafrudin Noor juga mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Pada peringatan Hari Anak Nasional ini, mari kita jadikan anak-anak bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan itu sendiri,” ajaknya.
Bupati berharap seluruh anak di Kabupaten HSS dapat tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi generasi penerus yang membawa daerah semakin sejahtera, mandiri, agamis, mengayomi, dan teknologis. (Sumber : Kominfo HSS)
















Comments