BANJAR, REPORTASE9.ID – Menyikapi maraknya isu terkait kualitas bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten Banjar bersama jajaran terkait memastikan kondisi BBM di sejumlah SPBU wilayah Martapura masih aman dan sesuai standar.
Hal ini terungkap dalam kegiatan pengawasan rutin SPBU yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), Polres Banjar, serta Satuan Polisi Pamong Praja, Selasa (04/11/2025) kemarin.
Pengawasan lapangan meliputi pemeriksaan segel tera dan ketepatan volume BBM yang dijual dalam transaksi perdagangan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi hak-hak konsumen serta memastikan pelayanan perdagangan berjalan jujur dan transparan.
Kepala DKUMPP Banjar, I Gusti Made Suryawati, yang turut memimpin kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pengawasan semacam ini dilakukan secara berkala untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga distribusi energi.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap triwulan, acak dengan mengambil sampel beberapa SPBU secara bergantian. Dari hasil pengawasan kami, tidak ditemukan adanya pelanggaran UU Nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal. Harapannya dengan pengawasan berkala, konsumen di wilayah Kabupaten Banjar terlindungi,” tuturnya.
Menanggapi isu kelangkaan Pertamax dan dugaan BBM Pertalite tercampur air yang belakangan ramai diperbincangkan, tim gabungan juga melakukan uji visual langsung di beberapa SPBU.
“Alhamdulillah dari dua SPBU yang kami uji visual, tidak terbukti. Ini menunjukkan bahwa berat jenis BBM masih sesuai dan tidak ditemukan kontaminan air. Sedangkan untuk komposisi yang lain, kami tidak berwenang dalam melakukan pengujian,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah daerah bersama stakeholder untuk mencegah keresahan di masyarakat dan menjaga kestabilan pasokan BBM.
“Pemerintah daerah bersama stakeholder akan terus berupaya melakukan langkah-langkah perlindungan konsumen agar terwujud iklim perdagangan yang aman, tertib, dan kondusif di bumi Martapura serambi mekah,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Polres Banjar, Anas Safroni, juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu yang belum terbukti kebenarannya.
“Karena kepanikan hanya akan berujung kelangkaan jenis BBM tertentu dan hal-hal yang tidak diinginkan. Terbukti dari mulai terbatasnya BBM jenis Pertamax,” tambahnya.
Melalui langkah pengawasan terpadu ini, Pemkab Banjar bersama aparat terkait menegaskan komitmennya untuk menjamin keamanan dan kualitas BBM yang beredar di wilayahnya, serta terus menjaga kestabilan situasi perdagangan di Martapura.















Comments