DaerahKabupaten Banjar

Resmi Dikukuhkan, Ratusan Bunda PAUD Diminta Berperan Aktif Bangun Fondasi Generasi Emas 2045

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Sebanyak 292 Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan serta Bunda PAUD Desa/Kelurahan se-Kabupaten Banjar resmi dikukuhkan di Aula KH Kasyful Anwar, Bincau, Martapura, Selasa (09/12/2025) pagi.

Acara ini dikukuhkan langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Banjar Hj Liana Penny, Ketua Dharma Wanita Persatuan Banjar Hj Rahmi Robiaty, serta perwakilan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Selatan.

Hj Nurgita Tiyas, menyampaikan apresiasinya dan pesan kepada para bunda PAUD yang baru dikukuhkan. Ia menyebut, di antara mereka ada yang telah berpengalaman hingga empat periode, namun banyak pula yang baru menerima amanah sebagai Bunda PAUD tingkat desa dan kelurahan tahun ini.

Ia berharap, seluruh Bunda PAUD dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi dan memetakan permasalahan pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.

“Harapan saya, saya bisa dibantu untuk sama-sama mengidentifikasi permasalahan dan memberikan solusi terbaik untuk anak-anak Kabupaten Banjar, khususnya anak usia dini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, tugas Bunda PAUD memerlukan keikhlasan karena hasilnya tidak terlihat instan. Apa yang dikerjakan hari ini akan menjadi jejak kepemimpinan yang memengaruhi kualitas generasi pada 20 tahun mendatang.

“Kalau kita tidak sungguh-sungguh, generasi 2045 bisa menjadi generasi yang rapuh. Pilihannya kembali ke kita,” tegasnya.

Memasuki tahun kelima sebagai Bunda PAUD Banjar sejak 2021, ia mengaku tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir orang tua tentang pentingnya pendidikan usia dini. Masih banyak orang tua yang memilih langsung menyekolahkan anak ke SD tanpa melalui PAUD karena menganggapnya tidak terlalu penting.

Untuk itu, berbagai kegiatan penguatan seperti kelas orang tua terus dilakukan. Upaya tersebut pun berbuah hasil ketika tahun 2023, Bunda PAUD Banjar meraih Penghargaan Nasional Wyata Dharma Utama, penghargaan tertinggi bagi Bunda PAUD di Indonesia.

Kabupaten Banjar, lanjutnya, sejak tahun 2020 telah aktif menyosialisasikan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Program ini memastikan proses belajar anak tetap sesuai tahap perkembangan mereka, bukan berorientasi pada target akademik semata.

Ia juga menjelaskan, anak tidak boleh dipaksa untuk langsung bisa membaca, menulis, atau berhitung sebelum waktunya. Tekanan akademik yang berlebihan di usia dini justru dapat membuat anak jenuh dan kehilangan minat belajar ketika memasuki jenjang selanjutnya.

“Dampaknya memang tidak terlihat hari ini, tetapi akan terasa enam hingga tujuh tahun kemudian,” jelasnya.

Ia menambahkan, anak-anak PAUD saat ini yang rata-rata berusia 4 hingga 6 tahun akan memasuki usia produktif pada 2045. Karena itu, peran pendidikan usia dini tidak hanya membentuk kemampuan dasar anak, tetapi juga mempersiapkan mereka sebagai generasi yang mampu memegang tanggung jawab penting di masa depan.

“Mereka bisa menjadi pemimpin, duduk di kursi pengambil kebijakan, bahkan melanjutkan estafet kepemimpinan di daerah. Kita membutuhkan generasi berakhlak mulia dan berilmu cukup,” tambahnya.

Ia juga mengajak media untuk turut memperkuat kampanye literasi dan pentingnya PAUD, agar semakin banyak orang tua yakin bahwa pendidikan sejak dini merupakan kunci peningkatan kualitas hidup dan sosial masyarakat.

“Mudah-mudahan Kabupaten Banjar selalu hadir untuk memberikan dukungan penuh terhadap layanan PAUD, dari TK hingga masa transisi awal SD,” tutupnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah