Kabupaten BanjarKesehatan

4.762 Warga Kabupaten Banjar Terdampak ISPA, Dinkes Bagikan Masker ke Wilayah Rawan Karhutla

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 4.762 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga 31 Agustus 2026. Angka tersebut merupakan jumlah warga yang melaporkan keluhan dan mendapatkan penanganan melalui puskesmas di wilayah Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah mengatakan, tingginya kasus ISPA tidak terlepas dari kondisi udara yang terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Terakhir sampai tanggal 31 Agustus, jumlah penderita ISPA ada 4.762 yang melapor ke puskesmas. Memang banyak yang tidak melapor, sehingga kemungkinan jumlah sebenarnya lebih banyak,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (02/09/2026).

Menurutnya, paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar juga disebut mengalami dampak asap yang cukup tinggi.

Ia juga menyebut, kawasan Kecamatan Martapura, Kecamatan Gambut dan sekitarnya menjadi wilayah yang mencatat angka ISPA cukup tinggi.

“Kalau masuk daerah Martapura, Gambut dan sekitarnya yang paling lumayan parah. Angka ISPAnya juga terbanyak,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Banjar telah melakukan pembagian masker kepada masyarakat. Pembagian dilakukan melalui sejumlah jalur, mulai dari jalan, puskesmas hingga desa yang terdampak.

Pada Rabu (02/09/2026), Dinkes kembali menyalurkan masker dalam jumlah besar ke desa-desa yang berada di wilayah terdampak. Terdapat sekitar 135 desa di 16 kecamatan yang menjadi sasaran penanganan dampak karhutla dan asap.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat diminta menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih terjadi.

“Kalau tidak perlu banget, jangan keluar ruangan. Kalau memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker. Kemudian jaga kondisi tubuh dan banyak minum air putih,” imbaunya.

Dinkes Banjar berharap, penggunaan masker dan penerapan pola hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan masyarakat selama musim karhutla.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like