BANJAR, REPORTASE9.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Kerja Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di Hotel Grand Tan, Kecamatan Gambut, Rabu (9/9/2026) pagi. Rapat kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor penanganan kesehatan jiwa di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan fondasi utama dari kualitas hidup masyarakat.
“Kita sering terlalu fokus pada pembangunan fisik. Padahal semua itu tidak akan maksimal manfaatnya jika jiwa masyarakatnya tidak sehat,” ujar Habib Idrus.
Ia mengungkapkan, gangguan jiwa tak hanya berdampak pada fisik dan psikologis penderita, tetapi juga berimbas pada kehidupan sosial akibat stigma yang masih melekat. Menurutnya, kesehatan mental berpengaruh langsung terhadap produktivitas daerah serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Banjar.
Oleh karena itu, Habib Idrus menekankan agar anggota TPKJM tidak bekerja secara silo atau sendiri-sendiri, melainkan membangun kolaborasi yang solid.
“Dinas Kesehatan tidak bisa berjalan sendirian tanpa dukungan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, para camat hingga aparat desa. Sinergi lintas sektor adalah keharusan,” tegasnya.
Secara khusus, Habib Idrus menginstruksikan penghentian praktik pemasungan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) maupun Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). Pemerintah daerah wajib hadir melalui deteksi dini, pendampingan, penanganan stigma, hingga jaminan ketersediaan obat di setiap puskesmas.
Ia berharap raker ini menghasilkan langkah konkret, mulai dari penguatan data penderita di tingkat desa, efisiensi rujukan puskesmas ke rumah sakit, hingga optimalisasi program rehabilitasi pascaperawatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar H. Noripansyah menjelaskan rapat kerja TPKJM merupakan agenda tahunan yang melibatkan Forkopimda, Dinas Sosial, Bapperida, Kemenag, TNI, Polri, Satpol PP, dan Damkar.
Noripansyah menyebutkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, tercatat sebanyak 1.153 orang mengalami gangguan kejiwaan. Angka tersebut berpotensi lebih tinggi mengingat masih ada kasus yang belum terlaporkan atau tertutupi keluarga.
“Masih ada beberapa kasus pasung yang ditemukan. Dengan penguatan tim TPKJM ini, kita harapkan penjangkauan, skrining, dan cakupan pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Banjar dapat semakin maksimal,” pungkasnya.

















Comments