Daerah

Antisipasi Karhutla, Bandara Syamsudin Noor Siapkan Langkah Hadapi Kabut Asap

0

BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru memastikan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga operasional penerbangan menghadapi potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana mengatakan, pihaknya telah memiliki prosedur dan personel khusus yang siap menangani kondisi darurat apabila kabut asap mulai memengaruhi aktivitas penerbangan.

“Kalau kaitannya dengan operasional bandara, kami sudah siap. Kami memiliki Airport Rescue and Fire Fighting Service (ARFF) beserta seluruh perangkat pendukungnya untuk mengantisipasi kondisi darurat di lingkungan bandara,” ujarnya usai Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalsel Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).

Meski demikian, Ia menegaskan, operasional penerbangan akan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Apabila kondisi kabut asap mengganggu jarak pandang dan dinilai membahayakan penerbangan, pihak bandara akan menyesuaikan operasional sesuai perkembangan di lapangan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, serta pihak terkait lainnya. Kalau memang kondisi cuaca atau kabut asap memengaruhi keselamatan penerbangan, tentu operasional akan disesuaikan sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, manajemen bandara juga telah menyiapkan rencana kontingensi apabila operasional Bandara Syamsudin Noor harus dibatasi atau bahkan dihentikan sementara akibat dampak kabut asap.

“Apabila memang nanti operasional bandara tidak dapat dilaksanakan karena kondisi tertentu, kami akan berkoordinasi dengan bandara-bandara di sekitar untuk menjadi alternatif pelayanan penerbangan,” tambahnya.

Sejauh ini, kondisi operasional Bandara Syamsudin Noor masih berjalan normal dan belum terdampak kabut asap. Meski demikian, ia mengajak masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan bandara, untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Kalau ada potensi hotspot atau titik api, segera diinformasikan kepada pihak terkait supaya bisa segera dilakukan pemadaman. Hindari juga aktivitas membuka lahan dengan cara membakar karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah