DaerahTNI - POLRI

Cairan Sulfaktan Diperbanyak, Polda Kalsel Siapkan untuk Pemadaman Karhutla

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperbanyak produksi cairan surfaktan racikan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalsel.

Cairan tersebut akan digunakan dengan metode penyuntikan ke dalam tanah gambut, salah satunya dalam penanganan api di kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor. Langkah ini menjadi bagian dari penanganan yang disiapkan bersama Pemprov Kalsel bersama unsur satgas untuk mengatasi api yang masih berada di bawah permukaan tanah gambut.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, cairan surfaktan yang sebelumnya telah diuji dalam jumlah terbatas kini sudah dapat diperbanyak untuk digunakan dalam penanganan karhutla.

“Kami melalui Bidlabfor mengembangkan cairan surfaktan. Tujuannya supaya efisiensi pemadaman, baik itu efisiensi air, kemudian waktu, termasuk tenaga,” ujarnya saat diwawancarai usai mengikuti Rapat Koordinasi Pembagian Tugas Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan di Gedung Idham Chalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Kamis (17/9/2026).

Menurutnha, langkah memperbanyak cairan tersebut dilakukan karena penanganan karhutla di Kalsel telah berlangsung sekitar dua bulan. Sementara itu, musim kemarau diperkirakan masih cukup panjang sehingga diperlukan inovasi untuk mempermudah proses pemadaman.

“Kita tahu bahwa sudah dua bulan kita semua berjibaku untuk memadamkan api yang ada di Kalsel, terutama pada musim kemarau ini,” jelasnya.

Ia menyebut, penggunaan cairan surfaktan diharapkan dapat membantu efisiensi pemadaman, baik dalam penggunaan air maupun waktu dan tenaga personel di lapangan.

“Kedepannya sesuai dengan ramalan dari BMKG bahwa kemarau ini masih cukup panjang, kami memerlukan inovasi-inovasi untuk mempermudah pekerjaan pemadaman ini dan mengendalikan api dan asap yang ada di Kalsel,” paparnya.

Upaya tersebut juga dilakukan untuk mengendalikan api dan asap agar dampak karhutla tidak meluas ke masyarakat, dunia usaha hingga sektor penerbangan di Kalsel.

“Ini agar tidak berdampak luas kepada masyarakat, dunia usaha, dan penerbangan yang ada di Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan, cairan surfaktan kini sudah bisa diproduksi dalam jumlah lebih banyak. Selanjutnya, cairan tersebut akan dibagikan kepada berbagai instansi yang terlibat dalam pemadaman karhutla di Kalsel.

“Alhamdulillah hari ini cairan surfaktan tersebut sudah bisa kita perbanyak dan akan kita bagikan kepada semua instansi yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Pembagian tersebut diharapkan membuat cairan surfaktan dapat digunakan lebih luas oleh personel gabungan dalam penanganan karhutla, termasuk untuk metode penyuntikan pada kawasan gambut yang masih terdapat api di bawah permukaan.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah