KALSEL, REPORTASE9.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) tegaskan komitmen untuk memperkuat pembangunan sektor kesehatan dengan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai mitra strategis.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalsel diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, saat menghadiri pelantikan Pengurus IDI Wilayah Kalimantan Selatan Periode 2025–2028 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin pada Minggu (28/6/2026).
Rusma mengatakan Pemprov Kalsel mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus IDI yang baru dilantik. Amanah tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan sekaligus panggilan pengabdian untuk menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kalsel.
Pemprov Kalsel juga mengapresiasi peran IDI yang selama ini menjadi mitra penting dalam mendukung berbagai program pembangunan kesehatan di daerah.
“Dengan peran dan pengabdian para dokter, kita optimistis mampu mewujudkan masyarakat Kalimantan Selatan yang lebih sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Rusma menjelaskan sektor kesehatan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan manusia dalam visi Kalsel Bekerja. Pemerintah menargetkan pada tahun 2030 usia harapan hidup masyarakat meningkat dari 74,42 tahun pada 2025 menjadi 75,64 tahun.
Selain itu, prevalensi stunting ditargetkan turun dari 21,6 persen menjadi 16,83 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan meningkat dari 75,48 menjadi 77,99.
Menurutnya, berbagai target tersebut tidak akan tercapai tanpa kontribusi tenaga medis, khususnya para dokter yang berada di garis depan pelayanan kesehatan.
Mengusung tema “Mewujudkan Layanan Kesehatan yang Berkualitas dan Merata”, pelantikan tersebut dinilai mencerminkan dua tantangan besar yang masih dihadapi, yakni peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pemerataan akses layanan di seluruh wilayah Kalsel.
Pemprov Kalsel, lanjut Rusma, terus memperkuat rumah sakit rujukan daerah melalui pengembangan berbagai layanan unggulan, di antaranya layanan jantung, kanker, stroke dan saraf, ginjal dan saluran kemih, kesehatan ibu dan anak, kedokteran nuklir, kesehatan jiwa dan adiksi, hingga kesehatan gigi dan mulut.
Selain pembangunan fasilitas kesehatan, pemerintah juga memperkuat peran rumah sakit pendidikan dalam mencetak dokter dan tenaga kesehatan sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan di seluruh daerah.
“Seluruh ikhtiar ini kami tujukan agar masyarakat Kalimantan Selatan tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Kalsel juga mengajak IDI Wilayah Kalsel untuk terus menjaga mutu dan etika profesi serta menjadi mitra aktif pemerintah dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
“Diharapkan kepada seluruh pengurus IDI Wilayah Kalimantan Selatan yang baru dilantik agar menjadi penggerak, penjaga mutu profesi, sekaligus pelayan kemanusiaan yang tulus bagi masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata di Banua,” pungkasnya. (Sumber : MC Kalsel)















Comments