BANJAR, REPORTASE9.ID – Setelah 3 tahun merasakan dampak dari air yang tidak pernah surut dilebih 100 hektare lahan pertanian pada 4 desa, Kecamatan Tatah Makmur bekerjasama dengan Dinas PUPRP Kabupaten Banjar menggelar pertemuan mencari solusi yang dihadapi petani pada Rabu (1/4/2026).
Pertemuan ini dihadiri oleh Camat Tatah Makmur, Bidang Bina Marga dan Bidang SDA DPUPRP, Dinas Pertanian, perwakilan pambakal desa terdampak dan perwakilan dari BPP Kecamatan Tatah Makmur.
Dalam rilis pada Kamis (2/4/2026), Camat Tatah Makmur, Rahmat Wahyudi mengungkapkan desa yang terdampak adalah desa Pamangkih Baru, Tampang Awang, Taibah Raya dan Jaruju Laut.
“Sudah 3 tahun lebih para petani tidak bisa menanam padi di lahan mereka yang selalu tergenang air, sehingga produksi padi di kecamatan kami menurun,” ujarnya.
Setelah melakukan pertemuan, lalu dilanjutkan dengan pengecekan ke lapangan supaya dapat menganalisis solusi apa yang paling bagus diterapkan.
Perwakilan dari DPUPRP Muhammad Elyani menyampaikan untuk sementara berdasarkan hasil pertemuan dan cek lapangan, solusi yang dilakukan adalah memasang gorong-gorong di 2 titik, yaitu di dekat gedung PNPM desa Tampang Awang dan dekat trafo listrik desa Pemangkih Baru.
“Sehingga air yang menggenang dapat mengalir dan lahan menjadi tidak terlalu banyak air lagi sehingga petani bisa bercocok tanam lagi,” katanya. (Sumber : Media Center Banjar)















Comments