KALSEL, REPORTASE9.ID – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan (DKP Kalsel) terus perkuat berbagai upaya strategis dalam menghadapi dampak perubahan pola musim dan cuaca ekstrem yang semakin dirasakan oleh nelayan, khususnya nelayan kecil.
Kepala DKP Kalsel, Rusdi Hartono di Banjarbaru pada Senin (27/4/2026) menyampaikan perubahan iklim telah menyebabkan ketidakpastian hasil tangkapan ikan.
Kondisi ini ditandai dengan musim ikan yang semakin sulit diprediksi, serta meningkatnya risiko saat melaut akibat gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.
“Ketidakpastian ini berdampak langsung pada pendapatan nelayan. Di sisi lain, biaya operasional seperti bahan bakar dan perawatan kapal terus meningkat, namun tidak selalu sebanding dengan hasil tangkapan yang diperoleh,” ujar Rusdi.
Menurutnya, kondisi tersebut berimplikasi pada meningkatnya kerentanan ekonomi dan sosial masyarakat pesisir dalam jangka panjang, sehingga DKP Kalsel mengambil langkah nyata melalui pendekatan yang terarah dan berkelanjutan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan nelayan kecil melalui kegiatan sosialisasi di berbagai kabupaten/kota yang difokuskan pada peningkatan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha penangkapan secara lebih efektif dan efisien.
“Kami mendorong nelayan untuk mulai melakukan pencatatan atau pembukuan usaha, serta melakukan diversifikasi hasil tangkapan. Ini penting agar nelayan tidak hanya bergantung pada satu jenis hasil tangkapan saja,” jelasnya.
Selain itu, DKP Kalsel juga berupaya meningkatkan akses nelayan terhadap teknologi, baik dalam hal teknologi penangkapan, informasi cuaca, maupun pengolahan hasil perikanan yang dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko di lapangan.
Rusdi menambahkan, pihaknya juga mendorong penguatan kelembagaan ekonomi nelayan melalui pembentukan dan pengembangan koperasi serta Kelompok Usaha Bersama (KUB), sehingga nelayan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan tidak terus bergantung pada tengkulak.
“Kami juga mendorong adanya skema pembiayaan yang lebih inklusif bagi nelayan kecil, serta pengembangan usaha alternatif berbasis potensi lokal, seperti pengolahan hasil ikan, budidaya, hingga ekowisata pesisir,” ungkapnya.
Lebih lanjut, DKP Kalsel terus mengedepankan pendekatan holistik dan jangka panjang, yang mencakup adaptasi nelayan terhadap perubahan iklim, peningkatan kapasitas produksi yang berkelanjutan, serta sinergi lintas sektor, termasuk sektor kelautan, perdagangan, dan lingkungan.
“Penguatan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir menjadi fokus utama, melalui peningkatan akses terhadap teknologi, permodalan, dan diversifikasi usaha. Dengan demikian, sektor perikanan tangkap tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan,” tutup Rusdi.
Melalui berbagai upaya tersebut, DKP Kalsel optimistis kesejahteraan nelayan di Kalsel dapat terus ditingkatkan meskipun di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. (Sumber : MC Kalsel)











Comments