BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta meluasnya dampak kabut asap di Kota Banjarbaru mendapat perhatian serius dari Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby.
Sejak ditetapkannya status siaga bencana karhutla, pemerintah terus mengintensifkan upaya penanganan sekaligus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan data hingga pertengahan Juli 2026, luas lahan yang terbakar di Kota Banjarbaru telah mencapai sekitar 200,6 hektare dari 49 kejadian karhutla yang terjadi sejak Januari 2026.
Wilayah yang paling terdampak meliputi Kecamatan Cempaka, Liang Anggang, dan Landasan Ulin. Sementara itu, titik panas (hotspot) banyak terpantau di Kelurahan Sungai Ulin dan Guntung Manggis.
Proses pemadaman yang dilakukan petugas gabungan masih menghadapi berbagai kendala, terutama akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau serta terbatasnya sumber air.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, mengatakan kondisi karhutla yang terus meningkat menjadi perhatian bersama. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus berkolaborasi untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Ia juga mengingatkan para relawan dan petugas yang bertugas di lapangan agar selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap selama proses pemadaman.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk melindungi diri dari paparan kabut asap dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Bagi relawan dan petugas di lapangan, tetap jaga keselamatan diri dengan menggunakan APD lengkap. Untuk masyarakat, lindungi diri dan keluarga dari dampak karhutla, gunakan masker saat keluar rumah, perbanyak minum air putih, serta segera kunjungi puskesmas apabila mengalami sesak napas atau demam tinggi,” ujar Lisa, Senin (20/7/2026).
Lisa juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru agar terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas dan merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat serta memiliki konsekuensi hukum.
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama dalam mencegah karhutla. Mari kita bersama-sama menjaga Banjarbaru agar tetap aman, sehat, dan bebas dari bencana asap,” tegasnya.
Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan langkah-langkah antisipatif, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat guna meminimalkan dampak bencana karhutla selama musim kemarau.











Comments