Kabupaten Banjar

Buser 690 Usulkan Penambahan Peralatan dan Mobil Tangki untuk Penanganan Karhutla Banjar

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Relawan Buser 690 mengusulkan penambahan peralatan pemadam kebakaran dan unit mobil tangki air untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar.

Usulan tersebut disampaikan Ketua Buser 690, Hasan Hamdan dalam rapat koordinasi dan evaluasi penanganan karhutla serta kekeringan yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjar, Senin (26/10/2026).

Hasan mengatakan, sejumlah peralatan yang digunakan relawan selama penanganan karhutla sudah mengalami kerusakan setelah hampir empat bulan digunakan untuk berjibaku memadamkan kebakaran di lapangan.

“Kita sudah mengusulkan beberapa item barang, terutama peralatan untuk membantu meringankan pekerjaan kawan-kawan di lapangan. Karena kita tahu, ini sudah berjibaku hampir empat bulan, sehingga banyak peralatan yang sudah rusak,” ujarnya.

Ia berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan agar relawan memiliki kelengkapan yang memadai dalam menghadapi potensi kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Selain peralatan pemadam, Buser 690 juga mengusulkan penambahan unit mobil tangki air yang dapat ditempatkan di beberapa kecamatan rawan karhutla seperti di Kecamatan Sungai Tabuk. Menurutnya, sejumlah kecamatan membutuhkan unit tangki untuk menunjang penanganan kebakaran, terutama ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.

“Kita juga sudah menyampaikan kepada BPBD, mudah-mudahan bisa ditambahkan untuk pembelian unit tangki dan ditempatkan di beberapa kecamatan tersebut,” ungkapnya.

Terkait bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp20 miliar yang diterima Kabupaten Banjar pada tahap kedua, Hasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu memperjuangkan dukungan bagi penanganan karhutla dan kekeringan.

Ia menilai perhatian masyarakat, termasuk berbagai masukan yang disampaikan melalui media sosial, turut membuat kondisi penanganan karhutla di Kabupaten Banjar mendapat perhatian.

“Kita mengucapkan terima kasih banyak kepada semua yang terlibat dan sudah membantu memperjuangkan. Terutama kepada masyarakat yang sudah beribu-ribu komentar di media sosial, sehingga kita menjadi perhatian khusus dan mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Ia menerangkan, relawan Buser 690 sebelumnya telah mengandalkan bantuan dari berbagai pihak untuk mendukung operasional di lapangan. Dalam beberapa bulan pertama, dukungan berasal dari masyarakat dan pihak lain yang turut membantu perjuangan relawan.

Sementara itu, bantuan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dari pemerintah daerah telah berjalan sekitar 10 hari hingga dua minggu terakhir. Dengan adanya dukungan anggaran tambahan yang didapatkan dari Banpres, relawan berharap kebutuhan operasional, bahan bakar minyak (BBM), serta kelengkapan peralatan dapat lebih terpenuhi.

Ia menyebutkan, pendataan relawan yang akan menerima insentif juga mulai dilakukan pada hari pelaksanaan rapat tersebut.

Ia berharap, dukungan tersebut dapat memperkuat kesiapan relawan dalam menjalankan tugas penanganan karhutla di Kabupaten Banjar, khususnya di wilayah yang masih rawan terjadi kebakaran.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like