HSU, REPORTASE9.ID – Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berada di hamparan lahan rawa memiliki potensi luar biasa melalui integrasi sektor pertanian dan perikanan yang dapat menjadi masa depan perekonomian daerah.
Hal ini disampaikan Bupati HSU, Sahrujani, saat memberikan arahan strategis terkait optimalisasi sektor hulu daerah di Desa Panawakan, Kecamatan Haur Gading pada Selasa (19/5/2026).
Dalam rilis pada Kamis (21/5/2026), Sahrujani mengatakan mewujudkan potensi tersebut, tantangan pengelolaan lahan basah harus mampu diubah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata untuk menyejahterakan masyarakat.
“Ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada slogan, tetapi harus diwujudkan melalui gerakan nyata bersama para petani, brigade pangan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sahrujani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan sektor pertanian sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah.
Senada dengan hal itu Kepala Dinas Pertanian HSU, Haridi, menyatakan pada 2026, Kabupaten HSU memperoleh alokasi luas tanam seluas 17.712 hektare. Target tersebut turut didukung oleh rencana program Cetak Sawah Rakyat seluas kurang lebih 300 hektare di wilayah potensial.
Sebagai langkah intervensi hulu, pemerintah menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 247.375 kilogram yang bersumber dari sinergi anggaran multi-level.
Rinciannya meliputi APBD Kabupaten HSU sejumlah 43.600 kilogram, APBD Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 10.625 kilogram, dan APBN sebanyak 193.150 kilogram.
“Dengan adanya bantuan benih ini diharapkan dapat mengurangi beban petani dalam penyediaan sarana produksi usaha tani,” katanya.
Haridi menambahkan, Desa Panawakan yang memiliki enam kelompok tani diharapkan dapat memacu produktivitas hingga tiga kali masa tanam dalam setahun, yakni memanfaatkan Musim Tanam Musim Hujan, Musim Kemarau I, dan Musim Kemarau II.
Pasca-penyampaian laporan, Bupati HSS langsung menggelar dialog bersama kelompok tani setempat guna menyerap aspirasi teknis di lapangan.
Dalam diskusi tersebut, para petani menekankan pentingnya peningkatan bantuan sarana produksi secara berkala, kepastian kondisi irigasi rawa, hingga kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan) demi menunjang keberhasilan produksi.
Rangkaian komitmen tersebut diawali melalui upacara seremoni kegiatan Tanam Perdana Musim Tanam Musim Kemarau Tahun 2026 di Desa Panawakan, Kecamatan Haur Gading. Kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan bantuan stimulus berupa drone Brigade Pangan, boat traktor, serta dukungan dari Bidang Tanaman Pangan DPKP Provinsi Kalsel senilai Rp1.203.936.750.
Agenda strategis daerah itu dihadiri oleh Wakil Bupati HSU, unsur DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dan DPRD HSU, perwakilan Kementerian Pertanian RI, jajaran Forkopimda, kepala SKPD, camat, kepala desa, serta perwakilan kelompok tani penerima manfaat. (Sumber : infopublik.id/MC HSU)















Comments