Kabupaten Banjar

Hadapi Potensi Kemarau Panjang Akibat Fenomena El Nino, Distan Banjar Fokus Pencegahan

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2026 mulai diantisipasi Dinas Pertanian (Distan) Banjar melalui sosialisasi dan monitoring kepada kelompok tani serta perusahaan perkebunan guna meminimalkan dampak kekeringan di sektor pertanian.

Kepala Distan Banjar, Warsita mengatakan, langkah antisipasi dilakukan sejak dini dengan memperkuat upaya pencegahan di lapangan, termasuk pemantauan kesiapan perusahaan perkebunan menghadapi musim kemarau.

“Untuk menghadapi kekeringan, kita sudah antisipasi. Pertama dengan pencegahan melalui sosialisasi, baik kepada kelompok tani maupun perusahaan-perusahaan perkebunan,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (25/05/2026).

Selain sosialisasi, pihaknya juga melakukan monitoring langsung ke sejumlah perusahaan perkebunan untuk memastikan kesiapan sarana dan peralatan yang dimiliki dalam menghadapi potensi kebakaran lahan saat musim kemarau.

“Kemarin dari beberapa perusahaan yang kita sidak dan monitor, rata-rata sudah siap. Tapi yang penting adalah pencegahan, karena kalau sudah terjadi kebakaran itu akan susah dikendalikan,” katanya.

Ia menyebut, wilayah yang selama ini cukup rawan terjadi kebakaran berada di Kecamatan Cintapuri Darussalam, khususnya area perkebunan. Karena itu, pengawasan dan langkah pencegahan di kawasan tersebut terus diperkuat.

“Yang memang sering terbakar itu di daerah Cintapuri, terutama di wilayah perkebunan. Ini sudah kita antisipasi untuk pencegahannya,” jelasnya.

Meski terdapat prediksi musim kemarau panjang, hingga saat ini pihaknya belum menemukan dampak signifikan terhadap lahan pertanian di Kabupaten Banjar.

“Kalau sampai sekarang belum ada. Memang menurut BMKG secara umum ada potensi kemarau panjang, tapi mudah-mudahan Kalimantan Selatan tidak termasuk yang mengalami kemarau panjang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Dinas Pertanian Banjar juga melaksanakan sekolah iklim di wilayah Sungai Tabuk sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat dan pelaku pertanian terkait antisipasi perubahan cuaca.

Warsita mengimbau masyarakat, khususnya kelompok tani dan pelaku usaha perkebunan, untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG maupun pemerintah daerah agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

“Untuk masyarakat terus pantau informasi dari BMKG maupun dari dinas. Nanti akan kita informasikan juga ke kelompok tani dan perusahaan supaya bisa melakukan antisipasi dan pencegahan,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like