Kabupaten Banjar

Harga Minyak Goreng Naik, DKUMPP Banjar: Dampak Kenaikan Bahan Baku Global dan Kemasan Plastik

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting), khususnya minyak goreng, mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Banjar. Kondisi ini diduga turut dipengaruhi situasi global, termasuk dampak konflik internasional yang berimbas pada harga bahan baku.

Kepala Seksi Pengendalian Bahan Pokok Penting (Bapokting) DKUMPP Banjar, Elok Yuli Suriyanti menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng kemasan tidak lepas dari meningkatnya harga bahan baku plastik yang berasal dari minyak mentah.

“Bahan kemasan plastik itu kan turunan dari minyak mentah seperti nafta, jadi ketika harga minyak dunia naik, otomatis kemasan ikut naik, dan berdampak pada harga jual minyak goreng kemasan,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya.

Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, harga minyak goreng kemasan sederhana tercatat sekitar Rp19.200 per liter. Sementara untuk minyak goreng subsidi program Minyakita masih berada di harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp15.700 per liter.

Ia juga menyebutkan, hampir seluruh merek minyak goreng kemasan mengalami kenaikan harga, terutama yang menggunakan kemasan plastik.

Meski demikian, pemerintah telah melakukan langkah antisipasi melalui program subsidi, sehingga harga minyak goreng tertentu masih dapat dijangkau masyarakat.

“Untuk minyak subsidi masih aman karena sudah diantisipasi pemerintah. Ini sangat membantu masyarakat,” tambahnya.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan harga secara berkala, setidaknya dua kali dalam sebulan, baik di pasar tradisional maupun distributor.

Terkait kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Selain itu, pedagang juga diminta tidak menaikkan harga secara signifikan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak menimbun, karena akan merugikan warga lain. Pedagang juga jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, staf pemantauan harian Abdurrahim menyebutkan, selain minyak goreng, beberapa komoditas lain yang kerap mengalami kenaikan signifikan antara lain gula, telur, beras, dan gandum.

“Kalau sayuran relatif fluktuatif, tapi yang sering naik signifikan itu gula, telur, minyak, dan beras,” jelasnya.

Untuk komoditas sayur, kenaikan harga terpantau pada cabai rawit yang dalam dua hari terakhir naik dari Rp75 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram. Selain itu, harga tomat juga mengalami kenaikan dari kisaran Rp12 ribu–Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Meski demikian, harga sejumlah komoditas lain seperti kacang panjang, sawi, dan bawang cenderung stabil. Harga bawang merah bahkan mengalami penurunan di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, sementara bawang putih masih bertahan di angka Rp30 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga ini sangat tergantung pada distribusi dan ketersediaan stok di pasaran. Kalau distribusi lancar, harga bisa kembali turun,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like