BANJAR, REPORTASE9.ID – Menjelang satu bulan Hari Raya Idul Adha, penjualan sapi kurban berukuran besar di Kabupaten Banjar mengalami sedikit penurunan. Hal ini disampaikan oleh Siti Aisyah, pengelola kandang sapi Pa Opek Permata.
Menurutnya, penurunan minat pembeli tahun ini dipengaruhi oleh perubahan preferensi masyarakat yang lebih banyak mencari sapi dengan harga di kisaran Rp20 jutaan. Sementara itu, stok di kandangnya didominasi sapi-sapi berukuran besar dengan harga di atas Rp25 juta per ekor.
“Peminat tahun ini menurun sedikit, karena kebanyakan mencari harga di bawah Rp20 juta. Sedangkan kami menyediakan sapi berukuran besar semua, di atas Rp25 jutaan, dan tidak menyetok sapi di harga Rp20 juta,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (05/05/2026) kemarin.
Ia menjelaskan, mayoritas sapi di kandangnya memiliki bobot di atas rata-rata. Untuk sapi jenis limosin yang rata-rata berukuran besar, bobotnya mencapai sekitar 1 ton. Sementara sapi Bali yang tersedia memiliki bobot sekitar 500 kilogram.
Dari sisi harga, ia menyebutkan, tahun ini terjadi kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, harga sapi kurban berkisar antara Rp21 juta hingga Rp22 juta per ekor. Kini, harga meningkat menjadi sekitar Rp25 juta hingga Rp26 juta per ekor.
“Kenaikan harga memang ada, walaupun tidak terlalu signifikan. Namun hal itu membuat pembeli semakin selektif dalam memilih,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, banyak calon pembeli menginginkan sapi dengan harga lebih terjangkau, tetapi tetap berharap mendapatkan hasil daging yang cukup banyak, sekitar 100 kilogram. Kondisi ini menjadi tantangan bagi peternak, karena sapi dengan bobot besar tentu berbanding lurus dengan harga yang lebih tinggi.
Dalam hal perawatan, sapi-sapi di kandang tersebut dirawat secara rutin untuk menjaga kualitas. Perawatan meliputi pemberian pakan serta pemandian dua kali sehari, yakni pada pagi sekitar pukul 08.00 WITA dan sore sekitar pukul 16.30 WITA.
Dengan kondisi tersebut, para peternak berharap daya beli masyarakat dapat meningkat menjelang hari raya, sehingga penjualan sapi kurban, khususnya untuk kategori berukuran besar, dapat kembali stabil.















Comments