BALANGAN, REPORTASE9.ID – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) perkuat upaya pelestarian budaya dengan melibatkan generasi muda sebagai duta pelestari kearifan lokal.
Melalui ajang Pemilihan Nanang Galuh (NAGA) 2026, pemerintah daerah tidak hanya mencari figur representatif, tetapi juga menyiapkan agen budaya yang mampu mengenalkan identitas daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Malam Seni dan Budaya Pemilihan Nanang Galuh HSU 2026 yang berlangsung di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten HSU pada Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pelestarian budaya dengan pengembangan karakter generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU, Rahman Heriadi, menegaskan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan generasi muda menjaga jati diri dan nilai-nilai budaya daerah.
“Pemerintah daerah melalui Disdikbud terus berkomitmen, tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter generasi muda yang berakar pada kearifan budaya lokal,” ujarnya.
Menurut Rahman, ajang Nanang Galuh dirancang sebagai ruang pembelajaran budaya, di mana peserta didorong memahami sejarah daerah, seni pertunjukan, sastra, adat istiadat, serta nilai-nilai lokal yang kemudian dikemas secara kreatif agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan pendekatan tersebut, budaya tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dihidupkan kembali melalui inovasi dan partisipasi generasi muda.
Sebanyak 15 pasang finalis menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam seni dan budaya sebagai bagian dari proses seleksi. Penampilan tersebut menjadi salah satu indikator untuk memilih sembilan pasang terbaik yang akan melaju ke babak final Pemilihan Nanang Galuh HSU 2026.
Lebih dari sekadar kompetisi, program ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun regenerasi pelaku budaya di daerah. Para finalis diharapkan mampu menjadi duta yang aktif mempromosikan budaya HSU, mengedukasi masyarakat, serta memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Pendekatan yang dilakukan Pemkab HSU menunjukkan pelestarian budaya akan lebih efektif apabila melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton.
Dengan menghubungkan pendidikan karakter, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital, budaya lokal dapat tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari identitas generasi masa depan.
Model ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga warisan budaya sekaligus menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan bangga terhadap identitas daerahnya. (Sumber : infopublik.id/MC HSU)











Comments