BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Anggota DPRD Kota Banjarbaru Takyin Baskoro menyerap aspirasi warga melalui reses titik keenam di Jalan Karang Rejo Nomor 37, RT 05/RW 01, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Minggu (30/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, persoalan infrastruktur, khususnya kondisi jalan lingkungan, menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga.
Ketua RT 05, Sabar, mengatakan perbaikan jalan lingkungan telah beberapa kali diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak sekitar lima tahun terakhir. Namun, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.
“Oleh karena itu, melalui kesempatan reses ini kami warga RT 05 meminta kepada Pak Baskoro agar dapat merealisasikan usulan masyarakat terkait jalan lingkungan, baik melalui pengaspalan maupun paving block,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Takyin Baskoro mengatakan usulan perbaikan jalan lingkungan sebenarnya telah masuk dalam rencana yang dipersiapkan untuk tahun anggaran 2027. Namun, terdapat kendala terkait status dan kepemilikan jalan.
“Untuk jalan lingkungan ini sebenarnya kami sudah siapkan slot untuk 2027. Tetapi terganjal dengan status jalan itu. Karena bukan jalan kompleks, artinya harus ada proses hibah,” jelasnya.
Menurutnya, proses hibah tersebut membuat rencana perbaikan jalan tidak dapat direalisasikan sesuai target awal. Karena itu, usulan tersebut akan dicatat kembali untuk diperjuangkan pada 2028.
Meski demikian, Baskoro memastikan ada hasil konkret yang dapat ditindaklanjuti dari reses kali ini. Salah satunya terkait penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan yang masih minim penerangan.
“Sebagai hadiah karena saya pernah melakukan reses di sini, meskipun baru sekali, tadi saya minta jalan yang masih gelap untuk disurvei. Kemudian pada 2027 akan dianggarkan PJU-nya,” katanya.
Baskoro meminta Ketua RT untuk mendata dan menentukan sejumlah titik yang membutuhkan PJU, terutama ruas jalan yang selama ini masih mengandalkan lampu penerangan swadaya warga.
Selain persoalan infrastruktur, Baskoro juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi di bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan.
Ia mengakui, sejumlah persoalan non-infrastruktur justru disampaikan warga setelah kegiatan reses selesai. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kepesertaan BPJS Kesehatan, bantuan bedah rumah, serta persoalan sosial lainnya.
“Di forum tadi tidak ada yang menanyakan, tetapi setelah acara bubar ternyata ada beberapa warga yang meminta saran terkait BPJS, bedah rumah, dan persoalan lainnya,” ungkapnya.
Baskoro menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan warga, baik terkait pembangunan fisik maupun persoalan sosial, akan dicatat dan dikoordinasikan sesuai kewenangan untuk ditindaklanjuti.

















Comments