Daerah

Bakesbangpol Kalsel Ajak Dunia Pendidikan Lindungi Gen Z dari Radikalisme di Ruang Siber

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan (Bakesbangpol Kalsel) terus perkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Anti-Radikalisme bertema “Membentengi Gen-Z dari Propaganda Radikalisme di Ruang Siber” di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada Senin (6/7/2026).

Plt Kepala Bakesbangpol Kalsel, Ronny Eka Saputra, dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Kasubbid Penanganan Konflik Bidang Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Kalsel, Israjudin, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten HSS, khususnya Bakesbangpol Kabupaten HSS, atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai sangat strategis dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Hulu Sungai Selatan, atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang sangat strategis ini,” ujarnya.

Israjudin menegaskan perkembangan teknologi informasi telah membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan komunikasi. Namun di sisi lain, ruang digital juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan paham radikalisme, intoleransi, ujaran kebencian, hoaks, hingga propaganda yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Generasi Z merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan media digital. Oleh karena itu, mereka menjadi salah satu sasaran yang rentan terhadap berbagai bentuk pengaruh negatif apabila tidak memiliki kemampuan literasi digital, pemahaman kebangsaan, serta daya kritis dalam menyaring informasi yang diterima,” katanya.

Israjudin menekankan pencegahan radikalisme bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga mengajak para kepala sekolah, guru, serta tenaga pendidik agar menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, cinta tanah air, serta membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik agar tidak mudah terpengaruh propaganda yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Selain lingkungan sekolah, Israjudin menilai keluarga juga memegang peran penting dalam melakukan pendampingan terhadap aktivitas digital anak-anak. Pengawasan penggunaan media sosial dan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah masuknya pengaruh paham radikal.

Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Bakesbangpol untuk terus memperkuat pencegahan radikalisme melalui pendidikan wawasan kebangsaan, penguatan moderasi beragama, peningkatan literasi digital, serta memperkuat sinergi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Komitmen tersebut juga sejalan dengan berbagai program edukasi anti-radikalisme yang terus digencarkan Bakesbangpol Kalsel bersama Densus 88 Antiteror Polri.

“Kami meyakini bahwa upaya pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan. Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi seperti ini merupakan langkah nyata dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk ancaman ideologi yang berkembang melalui ruang digital,” tegasnya.

Israjudin berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta membangun komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, inklusif, dan bebas dari penyebaran paham radikalisme. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah